Wamenkes RI Kunker di Toba, Wabup Audi Murphy Sitorus Sampaikan Permohonan Alat HD

Mohon maaf, saat ini sedang terjadi gangguan server yang berdampak pada beberapa layanan website seperti: JDIH DPRD, JDIH, Satu Data Toba, Diskominfo, PKK, LaporPak, TobaRegion, LPPD, PRP2, Dekranasda, eSurat, dan SSH (BKPAD). Tim kami sedang melakukan perbaikan secepat mungkin. Terima kasih atas pengertiannya.
Wamenkes RI Kunker di Toba, Wabup Audi Murphy Sitorus Sampaikan Permohonan Alat HD
Wamenkes RI Kunker di Toba, Wabup Audi Murphy Sitorus Sampaikan Permohonan Alat HD
  • Thursday, 23 July 2026 - 11:21

Wakil Bupati Kabupaten Toba Drs. Audi Murphy O Sitorus SH, M.Si mendampingi  Wakil Menteri Kesehatan Dr Benjamin Paulus Octavianus Sp.P., FISR  bersama Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan dan Kerjasama Kemendagri DR Elfin Elyas S.Sos meninjau pelaksanaan skrining TB Terintegrasi program cek kesehatan gratis (CKG) di RSUD Porsea, Rabu (22/07/2026).

Wabup Toba Audi Murphy memaparkan berbagai pelayanan yang telah tersedia di RSUD Porsea yang dilengkapi dengan tenaga ahli. Meski demikian, minimnya peralatan kesehatan yang dimiliki saat ini masih membutuhkan dukungan dan perhatian dari pemerintah pusat.

"Kami juga menyampaikan kepada pak Wamen yang pahit kita rasakan disini agar dapat dipikirkan ke depan dan yang paling perlu juga bagi kami itu mesin HD, cuci darah. Ini yang sangat kami butuhkan pak, kalau ada yang dengan sistem apapun kami siap pak," sebut Wabup Audi Murphy.

Permohonan tersebut ditanggapi langsung Wamenkes melalui Kadis Kesehatan Provsu M. Faisal Hasrimy. "Besok itu direncanakan ada rencana MoU antara pemerintah provinsi Sumatera Utara dengan pemerintah Cina, kita akan ada sistem KSO untuk penyediaan alat HD se Sumatera Utara," ungkapnya saat mendampingi Wamenkes.

Wamenkes dr. Benyamin Paulus Octavianus menegaskan kehadirannya ke Kabupaten Toba guna mengetahui seluruh program yang direncanakan dalam upaya percepatan eliminasi TB melalui pelaksanaan skrining Tuberkulosis terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG).

"Kami datang ke RSUD Porsea melihat bagaimana program-program apa yang direncanakan untuk melengkapi alat-alat disini. Kita tahu bahwa pemerintahan sebelum ini melaksanakan program KJSO untuk mengatasi penyakit kanker, jantung, stroke dan urologi, peralatannya bagaimana ternyata disini alat hemodilalis nya sedang dalam proses, kemudian penggunaan alat cathlab nya untuk jantung pembangunannya sedang dalam proses jadi untuk itu semua kita bisa melihat," jelas Wamenkes.

Dalam upaya pemberantasan tuberkulosis di Indonesia, lanjut Wamen, kunjungan kerjanya bersama rombongan ke beberapa daerah di Provinsi Sumatera Utara,

"Khusus di Sumatera Utara kita sudah ke kota Medan, Deli Serdang, Simalungun terus tadi kita ke Samosir kemudian kita kesini, tujuannya adalah kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah bagaimana cara kerjanya, sistem kerjanya bekerjasama dengan bupati, camat dan kepala desa karena dokter bisa mengobati tetapi tanpa kerjasama tidak bisa, maka tadi kita mengatur bagaimana strategi bersama dalam pemberantasan tuberkolosis termasuk berinovasi rumah-rumah pasien yang tidak mampu, bagaimana menyiapkan air bersih di rumah mereka yang tidak mampu itu semua ada anggarannya itu bagaimana dan siapa yang bisa mendapatkan itu," lanjutnya.

Untuk kasus TB saat ini, Indonesia disebutkan menempati peringkat kedua dunia terbanyak. Berdasarkan Skrining TB CKG di Kabupaten Toba terdata di 46 lokasi. Wamen mengapresiasi pemerintah kabupaten Toba dan akan menjadikan daerah tersebut menjadi percontohan secara nasional dengan telah dibentuknya Desa Siaga TB di seluruh desa di Kabupaten Toba.

"Jadi tadi kita mensosialisasikan sama kader-kader TB disini sehingga program TB bisa berhasil karena Indonesia kasus TB nomor 2 di dunia, presiden ingin Indonesia bebas TB, oleh karena itu tidak bisa hanya bicara, harus kerjasama lintas sektor.

Saya senang sekali tadi pak wakil bupati tadi bahwa Kabupaten Toba sudah memiliki 'Desa Siaga TB di seluruh desa di Kabupaten Toba, dan itu salah satu percontohan secara nasional, ini saya minta diserahkan ke saya biar saya minggu depan di provinsi lain saya bisa menjelaskan karena di provinsi lain Desa Siaga TB belum tentu ada sampai 10%.

Beberapa wilayah itu tergantung siapa yang pimpin kalau mereka paham, makanya kasus TB disini tadi saya kaget hanya 46 lokasi sementara di kota Medan itu sampai 661 lokasi karena kasus TB nya tinggi, karena itu kita bersama-sama memperjuangkan sehingga Indonesia bebas TB dalam tahun-tahun mendatang," pungkasnya. (MC Toba)

Tinggalkan komentar