BRIN Gali Visi Masa Depan Danau Toba Melalui Workshop Future Design
- Friday, 18 September 2026 - 08:14
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan, Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintah, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat, menggelar Workshop Future Design – Imaginary Future Generations (IFG) di Kabupaten Toba, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Toba tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan penelitian “Kajian Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kawasan Danau Toba”. Workshop ini bertujuan menggali pandangan, aspirasi, serta harapan para pemangku kepentingan terkait kondisi dan desain pengelolaan Kawasan Danau Toba di masa mendatang.
Sekretaris BAPPERIDA Kabupaten Toba, Sumiaty Sinaga, yang mewakili Kepala BAPPERIDA Maradu Napitupulu, menyampaikan bahwa pengembangan Kawasan Danau Toba diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan keberlanjutan kawasan.
“Kita semua menaruh harapan agar pengembangan Kawasan Danau Toba ini kelak menjadi motor penggerak ekonomi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat, namun tetap berkelanjutan,” ujarnya.
Peneliti Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN, Didit Okta Pribadi, menjelaskan bahwa Workshop Future Design – Imaginary Future Generations menggunakan pendekatan yang mengajak peserta melihat pembangunan dari perspektif masa kini sekaligus generasi mendatang.
Pada sesi awal, peserta berperan sebagai generasi masa kini yang memproyeksikan kondisi Kawasan Danau Toba pada 2045. Selanjutnya, peserta mengambil peran sebagai Imaginary Future Generations (IFG), yakni representasi generasi yang hidup di masa depan, untuk merumuskan visi kawasan dan memberikan saran kebijakan kepada generasi saat ini.
Menurut Didit, pergeseran perspektif tersebut bertujuan memastikan kepentingan jangka panjang generasi mendatang turut menjadi pertimbangan dalam proses perumusan kebijakan, termasuk dalam kajian pembentukan KEK Danau Toba.
Kajian ini juga sejalan dengan Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) Danau Toba 2024–2044 sebagai salah satu landasan pengembangan kawasan dalam jangka panjang. RIDPN memberikan arah pembangunan Danau Toba melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan destinasi, serta penguatan daya saing pariwisata dan ekonomi kawasan.
Dalam konteks tersebut, pembentukan KEK menjadi salah satu alternatif instrumen kebijakan yang dikaji untuk mendorong investasi, menciptakan aktivitas ekonomi baru, memperkuat keterhubungan antarsektor, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi di Kawasan Danau Toba.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan BRIN, Kepala BAPPERIDA Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan, Camat Balige Partogi Tambunan, tokoh masyarakat, pelaku usaha, tokoh pemuda, LSM, akademisi, tokoh agama, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. (MC Toba)

Tinggalkan komentar