Toba Level 3 PPKM , Sistem Kerja ASN Dengan WFH 25% Diberlakukan

MC – Toba, –  Menindaklanjuti asesmen Kementerian Kesehatan bahwa Kabupaten Toba kini berada pada kriteria level 3 penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Pemerintahan Kabupaten Toba telah menerapkan sistim Work From Home (WFH) sebesar 25% dari jumlah Aparatur sipil negara (ASN) dan Work From Office (WFO) sebesar 75% jumlah ASN telah diberlakukan sejak pekan lalu.

Pemberlakuan WFH dan WFO, sesuai dengan surat edaran Bupati Toba Nomor 440/3310/Satgas/Covid-19/2021 tentang penyesuaian sistim kerja dan gerakan ASN disiplin protokol kesehatan sebagai teladan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Toba.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Toba melalui Yosephin Pretty Lubis selaku Kasubbag Umum dan Kepegawaian, mengatakan telah menerapkan sistim WFH dan sistim WFO, sejak edaran Bupati Toba dikeluarkan.

“Edaran itu sudah kita laksanakan, kiranya upaya ini dapat menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja yang juga berdampak terhadap lingkungan masyarakat dengan membiasakan diri disiplin mematuhi prokes,” sebut Yosephin kepada MC Toba, Senin (2/8/2021).

Yosephin juga menambahkan, bagi bidang yang padat tugas, tetap disesuaikan pergantian ASN, demikian juga bagi anak-anak siswa yang sedang PKL disini, WFO turut diberlakukan.

Senada, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Toba, Ganyang Situmorang menyebutkan pihaknya selalu menyesuaikan bidang yang dianggap mempunyai tugas banyak maupun yang urgensi selalu menjadi prioritas penerapan WFH dan WFO secara intens.

Demikian juga dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Toba, Wilker Siahaan selaku Kepala Dinas, langsung menerapkannya usai mendapat edaran Bupati Toba pekan lalu.

Kantor lainnya juga sudah memberlakukannya.

Tua Pangaribuan selaku Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Toba, membenarkan pemberlakuan WFH dan WFO telah diberlakukan secara umum bagi para ASN.

“Namun dengan mempertimbangkan urgensi tugas di masing-masing bidang, “sebut Tua Pangaribuan.