Tiga Kecamatan di Toba Nihil Covid-19

MC – Toba, – Kecamatan Habinsaran di Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara kini telah nihil pasien aktif Covid-19, setelah 2 pasien aktif sebelumnya di daerah itu telah dinyatakan sembuh.

Sehingga terdapat tiga kecamatan dari 16 kecamatan se-Kabupaten Toba yang dicatatkan nihil pasien aktif Covid-19. Yaitu Kecamatan Borbor, Tampahan, dan Kecamatan Habinsaran.

Hal ini sesuai laporan update Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Toba per tanggal 6 September 2021 yang disampaikan Jubirnya Lalo Hartono Simanjuntak pada Selasa (7/9/2021).

Menurut Lalo Hartono, ada 36 pasien aktif dalam perawatan telah sembuh, diantaranya 2 pasien dari Kecamatan Habinsaran.

Disamping itu terkonfirmasi baru juga dinyatakan bertambah sebanyak 9 pasien, sedangkan pasien meninggal dinyatakan nihil, membuat total kasus Covid-19 di Kabupaten Toba menjadi 2.327.

Dari ke- 2.327 kasus itu, 2.109 pasien telah sembuh, 115 pasien aktif dalam perawatan, kasus pasien meninggal sebanyak 103 kasus,dan184 warga sedang kontak erat dengan pasien aktif.

“Walau masih terdapat pertambahan terkonfirmasi baru sebanyak 9 pasien, namun kita patut berlega hati seiring kesembuhan 36 pasien tersebut,” sebut Lalo Hartono.

Pemakb Toba dan Satgas berharap, ketiga kecamatan yang saat ini sudah nihil sebaran Covid-19, agar mempertahankannya dengan terus meningkatkan kewaspadaan.

“Kita berharap kecamatan lain saling berlomba menekan sebaran Covid-19 d idaerah masing-masing dengan bersinergi dan bergotong royong dengan seluruh stake holder dan unsur masyarakat,”sebut Lalo Hartono.

“Kita lakukan terus menerus edukasi kepada masyarakat agar tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, guna mengantisipasi lonjakan sebaran Covid-19 berikutnya,” sambung Kadis Kominfo Toba ini.

Lalo Hartono juga kembali mengajak agar seluruh penduduk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas, yang disebut dengan 5M,”tandas Lalo Hartono.