Sosialisasi Perda Kabupaten Toba Nomor 11 Tahun 2020, Bupati Toba Singgung Karakter Batak Naraja

Bupati Toba Poltak Sitorus mengikuti sekaligus memimpin Sosialisasi Peraturan Daerah Kabupaten Toba Nomor 11 Tahun 2020 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan di Kantor Kecamatan Laguboti pada Senin (5/7/2021).

Dalam acara yang diikuti para kepala desa dan lurah ini, ia menyinggung soal karakter seorang Batak Naraja. Karakter Batak Naraja termaktub dalam 4 karakter, yakni: Batak Namarugamo, Batak Namaradat, Batak Namaruhum, dan Batak Namarparbinotoan. Satu per satu, ia bahas.

“Sejak awal, kita sudah mengenal konsep Tuhan. Artinya, kita sudah sejak lama menyerahkan diri pada yang Kuasa yang saat itu masyarakat Batak Toba telah menyebutnya Debata Mulajadi Nabolon,” ujar Bupati Toba Poltak Sitorus pada Senin (5/7/2021).

Setelah berbincang soal Batak Namarugamo, ia juga menjelaskan karakter seorang Batak Naraja adalah Batak Namaradat (yang empunya adat). Baginya, seorang Batak yang berkarakter raja adalah Batak yang tentu punya tatakrama dan estetika dalam berperilaku.

“Yang kedua itu, Batak Namaradat. Artinya, sejak muka, masyarakat Batak Toba sudah mengenal adat. Satu hal yang jelas bahwa masyarakat Batak Toba tahu cara berkomunikasi; sembah, pintar mengambil hatinya, dan hormati lawan bicara. Yang dalam Bahasa Batak Toba; manat, elek, dan somba,” sambungnya.

Selanjutnya, ia menguraikan bahwa seorang Batak Naraja itu adalah orang yang taat hukum. Taat hukum artinya, mendahulukan hukum daripada kekuatan fisik.

Bahkan, ia juga menarasikan bagaimana orang Batak yang taat hukum terlihat dari tatanan rumah Batak Toba yang rapi pada suatu kawasan.

“Ada ungkapan dalam Batak Toba, ‘unang pajolojolo gogo, papudi uhum. Bisa diterjemahkan utamakan hukum daripada kekuatan fisik. Nah, sejak dulu orang Batak Toba sudah mengenal ini. Hal itu bisa kita lihat dalam tradisi yang ada di Balerong Balige puluhan tahun silam, kampung Batak sangat rapi. Lebih rapi daripada saat ini,” sambungnya.

Karakter seorang Batak Naraja adalah Batak Namarparbinotoan (Batak yang berpengetahuan). Dengan program pendidikan yang telah direncanakan, ia berharap mutu pendidikan pelajar Kabupaten Toba semakin meningkat.

“Karakter lainnya adalah Batak Namarparbinotoan atau Batak yang memiliki ilmu pengetahuan. Maka, kita juga galakkan persiapan untuk peningkatan mutu pendidikan di Toba ini,” pungkasnya.

Turut hadir Wabup Toba Tonny M.Simanjuntak,mewakili Forkopimda, Anggota DPRD Toba Mutiara Panjaitan, Kadis PMD Henri Silalahi,dan sejumlah camat.