Sosialisasi Identifikasi Inovasi Daerah


Acara Sosialisasi Identifikasi Inovasi Daerah hari ini yang difasilitasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri Republik Indonesia adalah untuk memberikan pemahaman dan dorongan kepada setiap daerah untuk berinovasi.

Hal ini disampaikan Bupati Toba Poltak Sitorus dalam sambutannya pada Acara Sosialisasi Identifikasi Inovasi Daerah yang digelar di Balai Data Kantor Bupati Toba, Jumat (11/3/2022).

Menurut Bupati Poltak Sitorus bahwa sesuai amanat peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2017 Tentang Inovasi Daerah, bahwa setiap daerah wajib melakukan inovasi dan melaporkannya ke Menteri Dalam Negeri.

“Inovasi daerah bertujuan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, dengan sasaran untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik,pemberdayaan dan peran serta masyarakat; dan peningkatan daya saing daerah,”sebutnya.

Disebutkan pelaksanaan inovasi didasarkan pada tiga bentuk inovasi yaitu melalui inovasi tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik atau inovasi daerah lainnya sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

Sejalan dengan itu, lanjutnya,usulan inovasi daerah tentunya tidak dibatasi hanya berasal dari pemerintah daerah, melainkan dibuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengusulkan inovasi daerah.

Usulan inisiatif inovasi daerah dapat berasal dari kepala daerah,anggota DPRD, aparatur sipil negara,perangkat daerah, dan anggota masyarakat.

Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2017 ,menteri melakukan pendataan terhadap inovasi daerah sebagai dasar pembinaan dan pengawasan pelaksanaan inovasi daerah dan pada hari ini kita melaksanakan pendalaman sistem dan pengumpulan data tentang identifikasi inovasi daerah bersifat tematik melalui aplikasi layanan puja indah.

Puja indah merupakan hasil pengkajian, perekayasaan, pendataan, adopsi dan modifikasi, serta replikasi berbagai inovasi daerah menjadi sebuah inovasi berskala nasional. Puja indah dikemas dalam bentuk aplikasi layanan berbagi pakai berbasis data input yang dikembangkan oleh kementerian dan dapat direplikasi oleh seluruh daerah .

“Kabupaten Toba sebagai salah satu kawasan tujuan destinasi pariwisata super prioritas memiliki potensi-potensi yang besar dalam menciptakan berbagai inovasi,”tambahnya.

Pada tahun 2021, berdasarkan penilaian dan pengukuran terhadap inovasi daerah melalui aplikasi indeks inovasi daerah yang dilaksanakan oleh kemendagri, Kabupaten Toba mendapatkan predikat inovatif dengan nilai 37,68.

Predikat tersebut mengalami tren peningkatan, bahwa pada tahun 2020 Kabupaten Toba mendapatkan predikat kurang inovatif. Penilaian indeks inovasi dipengaruhi oleh beberapa indikator diantaranya : indikator pemerintahan daerah; indikator satuan inovasi daerah; dan proposal inovasi daerah.

Sesuai arahan pembangunan pada RPJMD Kabupaten Toba Tahun 2021-2026, pada tahun 2022 fokus pembangunan diarahkan pada tema “peningkatan inovasi daerah untuk meningkatkan ekonomi yang berdaya saing.”

“Peningkatan inovasi daerah diharapkan dapat memperbaiki kualitas pelayanan publik lebih efektif dan efesien, membuka akses kepada berbagai pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam pembangunan, meningkatkan daya saing daerah dan meningkatkan capaian sasaran pembangunan,” sambungnya.

Sesuai keputusan bersama Menristek dan Mendagri Nomor 03 Tahun 2012 dan Nomor 36 Tahun 2012 tentang penguatan sistem inovasi daerah (SIDA), diharapkan menjadi salah satu aksi dalam peningkatan inovasi di daerah.

Sida merupakan sistem untuk menumbuh kembangkan inovasi yang dilakukan antar instutisi pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha.

Penyusunan road map sida menjadi rencana strategis penyelenggaraan inovasi di daerah dengan output penguatan dan penataan kebijakan sida melalui penataan kelembagaan sida, penataan sumber daya sida.

“Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan komitmen dalam bentuk sinergi dan kolaborasi semua pihak, termasuk seluruh perangkat daerah Kabupaten Toba untuk ikut berperan aktif dalam penyelenggaraan pemerintahan yang inovatif kreatif di Kabupaten Toba,” tandasnya.

Hadir dalam acara ini, Kordinator Inovasi Daerah Kemendagri Jonggi Tambunan, Staf Ahli Darwin Sianipar, Plt. Bappeda Sofyan Sitorus dan sejumlah Pimpinan OPD (MC Toba stb)

website - sekabet -
marsbahis
- holiganbet.club -
betpark.pro
- kolaybet.pro - youwin yeni adres -

perabet giriş

-
casinomaxi alternatif giriş
-

Sağlık Makaleleri