SMPN 3 Satu Atap Jambu Dolok, Keluhkan Kekurangan Guru dan Sarana Komunikasi

MC – Toba, – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Satu Atap Jambu Dolok, Kecamatan Pintupohan Meranti, Kabupaten Toba, saat ini membutuhkan tambah guru dari yang ada 6 orang guru.

” Itupun dengan status 2 guru PNS dan 4 orang tenaga honor. Kami harus terseok-seok menumpahkan pengabdian untuk mendidik sebanyak 23 siswa disini, “sebut Lontung Sinaga, S.Pd selaku Kepala Sekolah, Rabu (22/9/2021).

SMP yang berlokasi di desa terpencil ini, berjarak 10 Km lebih dari jalan nasional menuju arah pegunungan. Transportasi hanya dapat dilalui oleh kenderaan roda dua saja. Medannya curam dan ancaman jurang bagi pengendara menuju sekolah itu.

Menurut Lontung Sinaga , jaringan internet juga sangat sulit, mengakibatkan susahnya berkomunikasi dan menggunakan perangkat teknologi semisal komputer dalam mendukung pembelajaran.

Satu hal yang menjadi mimpi buruk bagi kami adalah keterbatasan guru, sebab keenam guru disini tidak ada yang membidangi studi IPA, Matematika dan Bahasa Inggris.

“Padahal sejatinya bagi siswa SMP, ketiga mata pelajaran tersebut merupakan basis utama yang semestinya harus ada di tingkat pendidikan SMP, ” sebut Lontung Sinaga mengeluh.

Ironinya keluhan kekurangan guru tidak terakomodir melalui seleksi ASN PPPK yang saat ini sedang berlangsung di Toba, sebab formasi di bidang studi IPA, Matematika dan Bahasa Inggris tidak ada bagi calon ASN SMP.

“Nah, apabila ke 4 guru honda yang ada disini, lulus pada rekruitmen PPPK tahun ini, pada akhirnya mereka akan ditampung di unit sekolah SD, akan menambah panjang kekurangan guru disini,” sebutnya menambahkan.

Keluhan kekurangan guru disini, sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Toba.Namun sejak kami berada di sekolah ini sejak 3 tahun lalu, belum mendapatkan tambahan, di samping itu, program penerapan kelas unggulan yang digaungkan di Toba akan kandas hanya sebatas mimpi.

Sesuai kondisi itu, pihaknya sangat mengharapkan perhatian dari Bupati Kabupaten Toba, agar berkenan memberikan solusi terhadap kondisi kami di sini.

“Di samping itu kami juga mengharapkan perhatian dari pihak ketiga, baik perusahaan maupun lembaga lainnya, untuk mendukung kami keluar dari keterpurukan dan ketertinggalan ini,” kata Lontung Sinaga.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Chandra Tambunan, membenarkannya.

“Hal ini benar, kami telah melakukan upaya pengusulan untuk penambahan tenaga pendidik di sana.Namun kami berharap untuk bersabar, menunggu instruksi dan arahan dari pimpinan,”kata Chandra Tambunan.