Seusai Ibadah Paskah, Bupati Toba Tinjau Perajin Tenun Ulos di Silaen

Bupati Toba, Poltak Sitorus menyampaikan selamat Paskah kepada seluruh jemaat. Semoga pada perayaan Paskah ini ,membawa perubahan ke arah yang lebih baik kepada jemaat, khususnya kaum bapak supaya makin rajin ke gereja.

Hal ini disampaikan Bupati Poltak Sitorus seusai ibadah kepada jemaat di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pintu Batu, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Minggu (17/4/2022).

Hal lainnya, disampaikan Bupati Poltak Sitorus bahwa baru-baru ini ada 3 siswa SMP Negeri 1 Silaen yang berhasil lolos masuk SMA Unggul Del.

“Pemkab sengaja mendorong guru, kepala sekolah bekerja keras melatih siswanya untuk bisa masuk SMA Yayasan Tunas Bangsa (Yasop) atau SMA Unggul Del,”sebutnya.

Bila masuk di sekolah unggulan ini ,peluang masuk ke tingkat Universitas favorit semakin besar.

Disebutkan juga program pemerintah untuk menurunkan angka Stunting (kurang gizi). Pada masa dulu, kata Bupati , tidak ada seperti ini.

Pemerintah memang mempunyai program memberikan makanan tambahan,tapi itu tidak cukup.Diharapkan para orang tua kembali menambahkan gizi anak dengan tanaman-tanaman alami yang juga bergizi.

Diimbau juga agar warga menggalakkan usaha beternak unggas, dan lainya. Selanjutnya agar memanfaatkan pekarangan .Inilah yang disebut dengan gerakan Tarhilala (Lumayan).

Bupati Poltak Sitorus juga menganjurkan Intensifikasi pertanian padi sawah secara serentak minimal 2 kali panen padi. Tujuannya menambah penghasilan masyarakat.

Produksi jagung di Kabupaten Toba juga meningkat pada tahun terkahir ini.

Hal ini ditanggapi warga jemaat dengan susahnya mendapat pupuk bersubsidi .

Bupati langsung menjawab bahwa pemerintah akan berupaya mencukupkan pupuk.Namun warga petani dapat menyiasatinya dengan membuat pupuk alternatif dari bahan utama kotoran ternak .

“Ada dinas pertanian, dinas Ketapang siap turun membantu masyarakat petani.Nanti diajari cara membuat pupuk organik,”sebutnya.

Pada bagian akhir arahannya, Bupati Poltak Sitorus menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa membangun tanpa kerja sama masyarakat, salah satunya kembalikanlah budayakan gotong royong.

Kecamatan Silaen nantiya adalah wisata budaya. Ada banyak perajin tenun ulos. Pemerintah berupaya akan membuat ada galeri pertenunan di kecamatan ini.Tujuannya supaya produk tenun asal Silaen semakin dikenal atau mendunia.

Seusai ibadah, Bupati didampingi istri yang juga Ketua TP.PKK Toba Ny Rita Marlina Poltak Sitorus dan rombongan meninjau tempat perajin ulos di desa ini,tepatnya di Dusun 4 Hutaginjang.

Di sana perajin Ulos Elida Panjaitan (44) yang sudah bertenun selama 22 tahun ini memperlihatkan hasil tenunannya Ragi hotang,Tuntuman , dan kepala punca.

Perajin lainnya lainnya Hermindo Napitupulu (46) mengungkapkan perlunya bantuan modal dan pelatihan bagi para perajin.

Ibu yang sudah 12 tahun bekerja sebagai perajin ulos ini menyebutkan ada 20 perajin di dusun 4. Sementara total di Desa Pintu Batu ada 100 perajin dengan dibagi 3 kelompok.

Diungkapkan juga 10 unit Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) bantuan pemerintah kini tidak.dipakai lagi.ATBM yang sempat berproduksi hanya 6 bulan itu, kini terbengkalai tidak terawat karena alasan tidak ada modal dan pelatihan bagi mereka.

Setelah mendengar keluhan warga perajin ulos dan meninjau langsung ATBM yang tidak terpakai lagi,Bupati Poltak Sitorus meminta pihak Dinas Perindagkop bekerja sama dengan Dinas Pariwisata agar merespon keluhan dan mencari solusi bagi kelangsungan ATBM di daerah tersebut.

Selanjutnya ia menyarankan agar hasil tenunan bukan hanya ulos tapi bisa bahan untuk fashion atau pakaian . Jadi yang bisa dijual umum,termasuk konsumen yang bukan suku Batak.

Turut hadir Pj.Sekdakab Augus Sitorus, Plt.Camat Silaen Darwin Sianipar, Asisten Administrasi Umum Verry S. Napitupulu, Plt.Kadis Perindagkop Salomo Simanjuntak, Plt.Kasatpol PP Haryanto Butarbutar, dan Plt.Kadis Kominfo , Sesmon TB Butarabutar, Kepala Desa Pintu Batu Efendy Panjaitan,dan pejabat lainnya. ()

website - sekabet -

Sağlık Makaleleri