Setelah Bimtek,Perajin Gorga di Toba Harus Lebih Inovatif

Balige, MC Toba – Kita harus menghasilkan produk yang inovatif karena kalau ini tidak bisa kita hasilkan di sini, akan datang seperti ini dari Bali, Sumatra Barat dan Jogjakarta dan dari daerah mana pun.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindagkop UKM Kabupaten Toba ,Tua Pangaribuan dalam sambutannya pada acara Penutupan Bimbingan Teknis Desain Produk Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba yang digelar di Hotel Mareda, Balige, Kabupaten Toba ,Jumat (2/7/2021). Peserta Bimtek adalah para perajin Gorga (ukiran) kayu Batak Toba.

Menurut Tua, terkait karya inovatif itu sejalan dengan filosofi itu disitu ada gula disitu ada semut. Hal Inilah yang mulai berkembang ,dimulai dari hal-hal yang mendukung pariwisata perhotelan, rental,kuliner,souvenir, dan lainnya.

Sejumlah produk gorga (ukiran) inovatif dari bahan kayu yang sudah dibuat selama pelatihan diantaranya , pluit unik, pembatas buku, stand dekorasi , magnet kulkas ,dan lainnya.

“Semua itu ,termasuk souvenir tersebut dibutuhkan wisatawan yang datang ke tempat wisata.Melalui Bimtek kali ini peserta sudah dilatih untuk memanfaatkan apa yang ada, yang kecil-kecil menarik esensinya, ada kekhasannya tapi bisa terjangkau harganya.Itulah inovasi , kreasi .Itu bisa menghasilkan sesuatu yang bagus yang punya nilai tambah dan daya saing,” sebut Tua.

Nantinya , lanjut Tua, produk ini (pluit unik) juga akan ditawarkan nanti ke dinas perhubungan. Itu adalah produk kita yang ramah lingkungan salah satu kreativitas inovasi.

Selanjutnya Tua juga mengucapkan terima kasih kepada para instruktur dari Kementerian Perindustrian yang telah membuat kegiatan ini di Kabupaten Toba.Hal ini sebagai upaya pemerintah untuk mengangkat perajin gorga di kawasan Danau Toba.

“Momen ini harus kita tangkap sebaik mungkin dan kepada para peserta yang sudah ikut kali ini saya ucapkan selamat berkarya.Dan kalau ada kesempatan lain, peserta juga ingin ikut pelatihan bidang logam dari Kementerian Perindustrian,” sebut Tua.

Pelatihan kerajinan gorga ini mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian RI, melalui Direktorat Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka, bekerja sama dengan Pemkab Toba, Dekranasda Pusat dan Dekranasda Toba.

Kegiatan ini sudah dimulai sejak 28 juni 2021 lalu dan berakhir pada 2 Juli 2021 dengan memberikan pelatihan kepada 2 kelompok pengrajin gorga di Toba dimana setiap kelompok terdapat 10 orang peserta.

Mewakili pelatih , Kirno menyampaikan pihaknya membuka terus komunikasi dengan peserta.

Dikatakannya Ruma Gorga adalah produk besar dan untuk souvernir pariwisata maka akan dibutuhkan gorga yang hasil produksi kecil.

“Jadi kita belajar harga produksi,kemasan , digital , pengetahuan warna . Selanjutnya kami menyediakan diri untuk apa yang dibutuhkan teman teman nantinya,” kata Kirno saat memberikan pesan dan kesan kepada peserta.

Ia juga mencontohkan limbah panglong yang bisa dimanfaatkan.Contoh kepala patung tetapi fungsinya peluit ,” sebutnya.

“Mau tak mau harus bersiap diri dengan super prioritas pariwisata ini .Disain produk kerajinan selalu menciptakan hal yang baru.Semoga perjalanan kita menjadi awal untuk perjalanan yang lebih jauh,”tambahnya.

Sementara mewakili peserta, Jhonnery Silalahi mengucapakan rasa sangat bangga dengan kehadiran pembimbing.

“Terbiasa dengan membuang limbah yang cukup besar kini tahu bisa dimanfaatkan.Selama 5 hari semua teknik disampaikan .Terima kasih buat semua pembimbing,” sebut Jhonnery.

Sebelum menutup.acara, Kadis Perindagkop UKM Toba dan pihak Kementerian Perindustrian memberikan piagam kepada perwakilan peserta yaitu Jhonnery Silalahi dan Jesral Tambun.

Hasil pantauan, selama acara berlangsung tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (MC Toba)