Sekdakab Toba: Kita Akan Bahas PTM

MC – Toba, – Rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan dibicarakan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Toba pada 5 hari mendatang.

Pembicaraan seputar PTM tersebut akan menghadirkan sejumlah stakeholder di bidang pendidikan. Hal ini juga tidak lepas membicarakan kesiapan setiap sekolah dalam keberlangsungan PTM pada setiap sekolah.

“Masih kita bahas dengan stakeholder dan direncanakan pada hari Rabu (15/9/2021) mendatang; Forkopimda, para kepala sekolah, pokoknya stakeholder terkaitlah dengan pendidikan tersebut. Maka kita rencanakanlah pada hari Rabu semuanya akan dibicarakan,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Toba Audi Murphy O.Sitorus saat dikonfirmasi pada Jumat (10/9/2021).

Lebih lanjut, ia juga menyinggung bagaimana penanggulangan Covid-19 di Toba dengan memperketat pelaksanaan protokol kesehatan.

“Tetap protokol kesehatan itu kita sosialisasikan, termasuk juga operasi yustisi juga kita perketat secara khusus bagi para pelanggar prokes deengan mengikuti Surat Edaran Bupati yang telah dikeluarkan sebelumnya,” sambungnya.

Terkait PTM tersebut, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Toba juga sudah membuat permohonan kepada Bupati Toba Poltak Sitorus agar segera diselenggarakan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Toba berencana akan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada pertengahan bulan September 2021 dengan cataatan angka yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak menaik.

“Setelah itu nanti, kita akan mengumumkan pembelajaran tatap muka ke sekolah-sekolah. Rencananya, kalau lihat trendnya sekarang, minggu-minggu ini kita lihat penurunan terus-menerus, kita akan lakukan PTM pada pertengahan bulan September ini,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Toba, Rikardo Hutajulu.

“Di Kabupaten Toba, karena kita sudah memasuki level 3 bahkan dua minggu ke depan kita berharap kita masuk ke level 2,” sambungnya.

Menurutnya, sebelum PTM berlangsung, Kabupaten Toba sudah mempersiapkan diri. Namun, angka terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami peningkatan di bulan Juni 2021. Dan, saat itulah, pihak pemberlakuan protokol kesehatan (Prokes) di sekolah sudah dibenahi.

Bahkan, dalam PTM saat pandemi Covid-19 ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Toba akan menggunakan sebuah kurikulum baru yang dinamai, kurikulum anti corona.

“Sesuai dengan Instruksi Gubernur dan SKB 4 Menteri ya tentu 50 Persen akan kita masukkan. Untuk jam belajar, ini sudah kita susun dalam suatu kurikulum. Dan kita tidak memakai kurikulum normal, sudah kita susun di Kabupaten Toba ini sebuah kurikulum dengan nama kurikulum anti corona,” sambungnya.

“Hal ini kita lakukan, selain mempress pelajaran kita juga memasukkan pengetahuan sekaitan dengan bahaya Covid-19. Dan dalam waktu dekat, kita akan melakukan pelatihan kepada seluruh kepala sekolah. Dan, kepala sekolah akan menyampaikan kepada guru-gurunya tentang materi seputar corona yang akan disampaikan oleh guru kepada para siswanya,” pungkasnya.