PTM Terbatas pada Senin Mendatang, Dinas Pendidikan Toba Siapkan Prokes

MC – Toba, – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Toba akan dimulai  Senin (20/9/2021) mendatang. Guna kelancaran Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas ini, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Toba telah mempersiapkan diri, termasuk menyajikan sebuah kurikulum alternatif di masa pandemi Covid-19 ini.

Sekretaris Dinas Pendidikan Toba, Rikardo Hutajulu, Kamis (16/9/2021) mengatakan bahwa pihaknya telah memonitor ke setiap sekolah terkait kesiapan sekolah menyelenggarakan PTM terbatas tersebut. Dari pantauan di lapangan, seluruh sekolah di Toba sudah siap menyelenggarakan PTM terbatas.

Dari data paparan Covid-19, yang dapat melakukan PTM terbatas di Kabupaten Toba sebanyak 13 kecamatan. Sementara tiga kecamatan lain; Kecamatan Balige, Parmaksian, dan Pintu Pohan belum bisa menggelar PTM terbatas karena masih tergolong zona merah.

“Kita akan mulai PTM terbatas dengan catatan selain zona merah. Yang termasuk zona merah itu adalah Balige, Parmaksian, dan Pintu Pohan. Yang tiga kecamatan ini belum diizinkan melaksanakan PTM terbatas,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu di kantornya.

Dalam penyelenggaran PTM ini, pihaknya sudah memastikan kesiapan fasilitas protokol kesehatan di masing-masing sekolah.

“Kalau soal persiapan, kita sudah melakukan langkah-langkahnya. Pertama, kita sudah melakukan sosialisasi sesuai dengan SKB 4 Menteri, ktia juga sudah monitoring sekolah-sekolah bagaimana dengan kesiapannya, dan kita sudah menyusun kurikulum alternatif,” terangnya.

Soal kurikulum di masa pandemi Covid-19, pihaknya juga telah menyusunnya dan sudah disosialisasikan kepada setiap sekolah melalui pertemuan secara online atau zoom. Kurikulum tersesbut dinamai kurikulum anti Covid-19 Toba.

“Dan untuk kurikulum alternatif itu sudah kita sosialisasikan pada waktu yang lalu yang langsung dibuka oleh Pak Bupati. Selanjutnya, kita sudah rapat dengan Satgas Covid-19 Toba yakni kemarin. Dan, mereka sudah merekomendasikan pelaksanaan PTM terbatas sesuai dengan SKM 4 Menteri,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan perihal persyaratan pemberlakuan PTM terbatas tersebut. Sekolah negeri, swasta, dan keagamaan akan mengisi daftar periksa. Selanjutnya, mereka juga memastikan kesiapan setiap sekolah akan prokes ketat.

“Persyaratannya, yang pertama tentu sekolah harus mengisi daftar periksa di dapodik untuk sekolah negeri dan swasta. Untuk sekolah keagamaan juga melakukan hal sama. Yang kedua, fasilitas kesehatannya sudah siap. Ketiga, mereka sudah harus memiliki kurikulum, dan ini sudah kita buat,” terangnya lagi.

Selain dari pihak dinas pendidikan, pihak orang tua juga dapat memilih mengijinkan atau tidak anaknya mengikuti PTM terbatas tersebut.

“Selanjutnya, adanya surat pernyataan dari orang tua. Kita memberikan pilihan kepada orang tua apakah mereka mengijinkan anaknya mengikuti PTM tersebut. Orang tua bisa memliih tidak,” sebutnya.

“Ada juga surat pernyataan dari kepala sekolah yang menyatakan siap dan berkomitmen melakukan prokes secara ketat,” sambungnya mengakhiri.