PTM Terbatas Digelar 200 SD dan 43 SMP di Toba

MC – Toba, – Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di Kabupaten Toba, Sumatra Utara, mulai dijalankan sejak  21 September lalu. Hingga saat ini, pelaksanaan PTMT masih hanya berjalan di 15 dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Toba.

Sebelumnya, ada 13 kecamatan yang diizinkan menggelar PTMT tersebut, dengan adanya kenaikan jumlah kecamatan yang dapat menyelenggarakan PTMT, tentu jumlah sekolah yang menggelar PTMT meningkat. Sebelumnya, ada 170 SD dan 36 SMP yang sudah PTMT.

Sementara, kini jumlah SD yang sudah menyelenggarakan PTMT sebanyak 194 sekolah dan SMP 43 sekolah. “Sebelumnya: SD sebanyak 170 dan SMP sebanyak 36. Kalau sekarang sudah bertambah, SMP sebanyak 43 dan SD sebanyak 194,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu, pada Jumat (1/10/2021).

Proses PTMT telah dilaksanakan di 15 kecamatan, tetapi untuk satu kecamatan lagi yaitu Kecamatan Balige belum dapat menggelar PTMT di sekolah, karena angka penyebaran COVID-19 masih terbilang tinggi.

“Sekarang tinggal satu kecamatan lagi, yang 15 kecamatan sudah menjalankan PTM terbatas,” sebutnya.

Ia menyebut pelaksanaan PTM di Kecamatan Balige akan mulai dilaksanakan, jika penyebaran pandemi COVID-19 di kecamatan tersebut di bawah angka lima kasus.

“Sekarang masih di atas angka lima. Bahkan masih sampai di angka belasan kasus. Jadi kita tunggu sampai di bawah angka lima, baru kita gelar PTM,” sebut Rikardo Hutajulu menambahkan.

Untuk melancarkan proses PTM, Dinas Pendidikan Kabupaten Toba terus melakukan pemantauan di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMP.

Ia juga menjelaskan bahwa Taman Kanak-kanak (TK) belum diizinkan selenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Toba yang dimulai sejak kemarin, Selasa (21/9/2021).

“Untuk kali ini kita memberikan izin kepada SD dan SMP saja, untuk TK belum. Kita lihat dulu, kita membudayakan dulu memakai masker dan menjaga jarak, kalau sudah itu nanti kita akan masuk ke TK PAUD,” sebut Rikardo Hutajulu.

Pembelajaran tatap muka tersebut dilakukan berdasarkan laporan yang disampaikan satuan pendidikan ke laman data pokok pendidikan (Dapodik) dan hasil rapat bersama Satgas Penanggulangan COVID-19 Toba.