Perum Jasa Tirta I (PJT I) Bangun Laboratorium Kualitas Air di Danau Toba

MC – Toba, – Untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam melakukan pengendalian pencemaran air permukaan di Danau Toba dan Sungai Asahan, Perum Jasa Tirta I (PJT I) akan membuka satu Laboratorium Lingkungan di daerah Parapat, Provinsi Sumatra Utara, yang berguna sebagai Decision Support System bagi pemerintah.

“Kami akan mengupayakan agar pembangunan laboratorium dapat berjalan on schedule, sehingga kami dapat turut berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan hidup di Kawasan Danau Toba,” ujar Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I Gok Ari Joso Simamora pada Rabu (25/8/2021).

Gok Ari Joso Simamora juga menjelaskan bahwa untuk mendukung tercapainya tujuan dari penetapan Danau Toba sebagai KSPN Super Prioritas, tentunya diperlukan adanya sinergitas antar stakeholder. Diantaranya melalui pembangunan yang berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan alam secara bijaksana serta memperhatikan prinsip pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan untuk peningkatan mutu hidup.

“Untuk itulah, kami akan hadir bersama Laboratorium Lingkungan di tanah Toba ini,” sebutnya.

Diterangkannya bahwa dukungan Perum Jasa Tirta I dalam pelestarian lingkungan hidup Danau Toba selama ini juga telah dilakukan melalui kegiatan konservasi berupa penanaman pohon di catchment area danau.

Dari 2016 lalu hingga saat ini, program penghijauan ini telah terealisasi di lebih dari 370 hektar lahan kritis yang tersebar di green belt danau. Ke depan target penghijauan masih akan diperluas lagi, setidaknya dapat tercapai totalnya 500 Hektare.

Laboratorium ini saat ini, lanjutnya, sedang dalam tahap pembangunan yang direncanakan akan selesai dan siap beroperasi mulai tahun 2022.

Laboratorium ini dibangun di lahan seluas 400 meter persegi di Desa Tigaraja, Kecamatan Girsang Sioangon Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Laboratorium lingkungan Parapat ini juga nantinya sekaligus sebagai laboratorium keempat yang dioperasikan oleh PJT I. Tiga lainnya berada di Wilayah Sungai Brantas dan Bengawan Solo. Salah satu produk layanannya antara lain berupa pengujian analisa kualitas air dengan berbagai parameter, baik organik seperti BOD, COD, nitrat, maupun parameter fisik seperti TSS.

Para pelanggan dapat melakukan berbagai macam uji sampel, baik air sungai, air limbah, maupun air hasil olahan yang digunakan sebagai bahan baku seperti PDAM.

Laboratorium PJT I sendiri telah memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk penerapan Sistem Mutu SNI 19-17025-2000 No. LP-227-IDN sebagai Laboratorium Penguji.

PJT I bersama Pemerintah Daerah setempat juga telah mendiskusikan skema pemantauan kualitas air kedepan. Dengan adanya laboratorium ini maka akan dilakukan pemantauan secara terpadu dan berkesinambungan dari hulu hingga hilir Sungai Asahan.

Hal ini bertujuan untuk memotret kualitas air sepanjang Sungai Asahan, sehingga dapat terevaluasi secara berkala. Untuk tahap awal nantinya Laboratorium Parapat akan menitikberatkan kualitas air yang berada di bagian hulu terlebih dahulu, yakni di Danau Toba.

Secara bertahap akan dipasang beberapa alat ukur Water Quality Monitoring System (WQMS) serta pos pemantauan di bagian hulu dan hilir, dimana data hasil pengukuran ini akan terintegrasi secara otomatis dan real time dengan main panel yang berada di Laboratorium Parapat.

Hasil analisa kualitas air Sungai Asahan secara series, nantinya dapat digunakan sebagai data primer dalam melakukan berbagai kajian. Di antaranya untuk menghitung daya tampung Danau Toba serta penetapan zonasi area budidaya keramba, dengan demikian dapat diketahui berapa jumlah maksimal keramba yang diperbolehkan berada di kawasan perairan danau.

Ditambahkannya bahwa Laboratorium Parapat juga mendukung kebutuhan evaluasi akan keseimbangan ekosistem danau. Sehingga dapat diketahui keseimbangan jumlah dan jenis ikan perairan darat dengan memperhitungkan kondisi kualitas air danau di setiap zonasinya.