Penerapan Smart City Atasi Berbagai Persoalan Pelayanan, Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat

Penerapan konsep smart city dari kota-kota besar di Indonesia merupakan salah satu contoh keberhasilan untuk mengatasi berbagai persoalan, baik itu persoalan pelayanan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, dipadukan dengan teknologi dan tata kelola pemerintahan yang baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih baik, cepat dan akurat.

Hal ini disebutkan Wakil Bupati Toba Tonny M.Simanjuntak dalam sambutannya pada pembukaan penyelenggaraan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Tahap III di Kabupaten Toba Tentang Penyusunan Masterplan Kota Cerdas (Smart City) dan Quick Win Program Unggulan Kabupaten Pada Kawasan Pariwisata Prioritas Tahun 2021 yang dilaksanakan di Gedung serba guna IT Del, Laguboti,Toba, Kamis (21/10/2021).

Menurut Wabup Tonny pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis penyusunan masterplan kota cerdas (smart city) Kabupaten Toba telah dilaksanakan pada tanggal 28-29 Juni 2021 (tahap I) dan 27-28 September 2021 (tahap II). Pada hari ini dan besok pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis tahap III .

“Penyusunan masterplan kota cerdas (smart city) adalah merupakan tindak lanjut dari rangkaian kegiatan bimbingan teknis kota cerdas (smart city). Kabupaten Toba saat ini masih dalam tahapan penyusunan masterplan smart city, yang artinya masih dalam tahap awal perumusan permasalahan kota, masih banyak tahapan yang harus dilalui untuk mewujudkan program smart city Kabupaten Toba,”sebut Wabup Tonny.

Wabup Tonny juga menekankan agar seluruh peserta sosialisasi dan bimtek ini memberikan perhatian yang serius dan kontribusi dalam kegiatan ini.

Berdasarkan pengalaman pada bimbingan teknis tahap I dan II, kurang maksimalnya para pimpinan OPD dan peserta bimtek dalam memberikan data yang dibutuhkan oleh tenaga ahli dari kementerian komunikasi dan informatika, karena para peserta yang diundang merupakan orang – orang yang dipilih dan mempunyai peran dan jabatan yang terkait dengan pengembangan smart city Kabupaten Toba.

“Keadaan ini harus kita perbaiki agar masterplan kota cerdas (smart city) Kabupaten Toba dapat terlaksana dan visi Kabupaten Toba menjadi kabupaten yang “unggul dan bersinar” dapat terwujud, demikian juga dengan misinya demikian juga dengan 7 misi yaitu1.Infrastuktur yang bagus dan merata, 2.Membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan andal, 3.Membangun pertanian dan peternakan makmur dan sejahtera, 4.Kesehatan yang prima dan terjangkau, 5.Pariwisata berkat dan meriah, 6.Membangun iman yang terpelihara, 7.Menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban.

Dukungan atas pelaksanaan bimtek ini juga diberikan Rismawati Simanjuntak selaku Kabid Layanan E-Government Dinas Kominfo Provinsi Sumatra Utara.

Sebelumnya, Kadis Kominfo Toba, Lalo Hartono Simanjuntak selaku panitia melaporkan penyelenggaraan Sosialisasi dan Bimtek Tahap III ini bertujuan untuk mengetahui progres yang dicapai sesuai dengan hasil penyelenggaraan Tahap I, II dan membahas progres dan penyelarasan Program Draf Masterplan Smart City serta koordinasi implementasi Program Quick Win berupa diskusi dan pemaparan dari masing masing Dimensi yang akan dipandu langsung oleh Tenaga ahli dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Dengan tujuan agar data yang dibutuhkan pada grand design Smart City di Kabupaten Toba benar- benar akurat,” sebutnya.

Bimtek yang diikuti peserta perwakilan semua OPD se-Kabupaten Toba, BPS Toba, UMKM dan lainnya ini akan digelar selama dua hari sejak Kamis (21/10/2021) – Jumat (22/10/2021).

Turut hadir Ketua 1 TP.PKK Kabupaten Toba Ny. Erna Grace Tonny M. Simanjuntak, sejumlah pimpinan OPD dan undangan lainnya
Sebagai narasumber dari Kominfo RI, Barry Simorangkir dan timnya.

Hasil pantauan, selama bimtek tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. (MC Toba)