Pemkab Toba Rapat Dengar Pendapat Dengan Masyarakat Desa Natumingka.

Menindaklanjuti pertemuan perdana Pemerintah Kabupaten Toba yang telah dilakukan pada tanggal 20 Mei 2021 lalu pasca konflik yang terjadi antara masyarakat adat desa natumingka dengan pihak Toba Pulp Lestari, Bupati Kabupaten Toba Ir Poltak Sitorus yang didampingi oleh Wakil Bupati Tonny M Simanjuntak dan Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Audy Murphy O Sitorus beserta elemen Forkompimda melakukan pertemuan lanjutan sekaligus berdiskusi bersama masyarakat desa natumingka untuk dengar pendapat dan tuntutan masyarakat yang dilaksanakan di desa natumingka kecamatan borbor, Kamis (04/06/21)

Pada pertemuan pertama yang telah dilakukan dirumah salah satu tokoh masyarakat Jusman Simanjuntak, masyarakat adat desa natumingka telah menyampaikan lima poin aspirasi kepada Bupati Toba dan pada kesempatan ini Bupati Toba ingin mendengar langsung inti dari tuntutan agar dapat didiskusikan bersama perwakilan Forkompimda Kabupaten dan masyarakat guna mencari bagaimana cara merealisasikan tuntutan yang disampaikan kepada bupati toba selaku Pemerintah Kabupaten Toba.

Kelima poin aspirasi yang disampaikan yaitu pengembalian hak tanah adat dari masyarakat adat desa natumingka seluas 2409.70 Ha, diberikan jaminan keamanan untuk tidak mengganggu masyarakat natumingka yang bekerja di areal wilayah adat natumingka yang selama ini dikelola sebelum penyelesaian tanah adat natumingka selesai, menindaklanjuti Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2020 di Kabupaten Toba yang mengakui dan melindungi masyarakat adat di kabupaten toba dengan menjalankan tim verifikasi dan indentifikasi masyarakat adat di kabupaten toba, menghentikan proses hukum kepada tiga orang masyarakat adat desa natumingka, melampirkan sejarah, data sosial, dan peta yang membuktikan keberadaan masyarakat adat desa natumingka.

Bupati Toba dalam kesempatan ini juga menanyakan langsung kepada masyarakat desa natumingka poin yang ingin terlebih dahulu diusahakan oleh pemerintah dan respon masyarakat yang diwakilkan Natal Simanjuntak selaku Ketua Komunitas Adat di desa natumingka menyampaikan dengan tegas agar mengembalikan hak masyarakat adat desa natumingka.

Bupati Toba pun sependapat bahwasanya memang itulah tujuan, namun untuk mencapai tujuan ada langkah langkah yang harus ditempuh dengan cermat dan Bupati Toba mengajukan tiga cara agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan diantaranya mengusulkan lokasi yang diminta masyarakat dalam TORA (Tanah Objek Reformasi Agraria), melalui pengajuan masyarakat adat dengan berpedoman pada Permendagri no 52 tahun 2014 yang sejalan dengan perda no.1 tahun 2020, atau melalui kerjasama kemitraan perseroan dalam hal ini perseroan telah bersedia menyediakan bibit dan pupuk sebagaimana juga telah ditempuh di daerah lain sehingga masyarakat juga dapat menanam dilokasi tersebut serta mengambil hasil panen dimana perseroan menjadi bapak angkat, dan akhirnya masyarakat dengan kesepakatan bersama meminta agar langkah yang ditempuh adalah melalui pengajuan masyarakat adat dengan berpedoman pada Permendagri no 52 tahun 2014 yang sejalan dengan perda no.1 tahun 2020.

Sebagai tindak lanjut kedepannya, Bupati Toba meminta masyarakat agar bekerjasama dengan tim verifikasi yang telah dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Toba untuk memenuhi kelengkapan syarat yang dibutuhkan.

Bupati Toba juga mengharapkan agar masyarakat adat desa natumingka dapat bersabar dan menahan diri hingga proses yang mengedepankan hukum dapat dilalui.

“Mari sama sama menahan diri, jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Kami akan berusaha apapun yang bisa dilakukan pemerintah, kami juga akan sampaikan perihal ini kepada pihak TPL dan pihak pihak terkait. Mari kita hargai hukum, mari kita hargai proses, karena proses yang baik akan menghasilkan yang baik.” Tutup bupati toba mengakhiri

Senada dengan Pemerintah Kabupaten Toba, Forkopimda Kabupaten yang turut hadir diantaranya Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya, Kasi Patun Kejaksaan Negeri Balige Hamonangan P. Sidauruk, Kodim 0210 yang diwakilkan oleh Ojak Simarmata pun turut mengharapkan masyarakat adat desa natumingka dapat menahan diri dan biarkan proses yang berjalan sesuai hukum dapat diselesaikan dan Forkompimda siap mendukung masyarakat. (MC Toba/HMS)