Pelatihan Pemandu Cagar Budaya di Museum TB Silalahi Center,Balige

MC – Toba, – Sebanyak 40 peserta pelatihan pemandu wisata, cagar budaya dan museum, mendapat pembekalan pelatihan di bidang penguasaan kondisi objek telling dan profil pengunjung, atau transfer point dan presentasi point.

Pelatihan tersebut, berlangsung di Museum TB Silalahi Center di Desa Pagar Batu Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara, Kamis (16/9/2021).

Penguasaan transfer point dan presentase point adalah penguasaan materi dan story telling yang dimiliki oleh Daerah Tujuan Wisata (DTW) misalnya spot wisata, cagar budaya maupun museum, ditambah penguasaan profil setiap pengunjung.

Dengan penguasaan hal itu, setiap pengunjung akan mendapatkan rasa aman dan nyaman selama berada di objek tersebut, ditambah pelayanan komunikasi dengan penuh keramahan dan kesopanan.

Hal itu disampaikan Tetty Naibaho selaku Instruktur, di hadapan 40 peserta pelatihan pemandu wisata cagar budaya dan museum yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba.

“Untuk mencapai kemampuan itu, dibutuhkan keseriusan untuk belajar dan terus belajar,”sebut Tetty Naibaho yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di Kabupaten Samosir.

Menurut Tetty ,pemandu wisata merupakan pekerjaan yang asyik dan menyenangkan.Namun untuk mencapainya dibutuhkan keseriusan untuk belajar dan terus belajar, untuk mengasah kemampuan hingga mampu berdiri menjadi pemandu wisata handal.

Caranya dengan menyiapkan diri memiliki perbendaharaan nilai-nilai histori yang terkandung di setiap situs, ditambah perbendaharaan bahasa asing yang harus dimiliki setiap pemandu.

“Kami berharap melalui pelatihan kali ini, dapat melahirkan para pemandu-pemandu wisata yang mampu bersaing di era teknologi saat ini.Ditengah didaulatnya Danau Toba salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dan Destinasi Super Prioritas,” kata Tetty.

Olin Siregar, pemandu wisata di Museum Batak TB Silalahi Center mengapresiasi kunjungan peserta pelatihan.

Menurut Olin, kemampuan menganalisa profil pengunjung secara cepat dan tepat menjadi hal utama yang dimiliki setiap pemandu, untuk dapat mengetahui keinginan dan kemauan setiap wisatawan.

“Dengan menguasai kondisi lingkungan dengan cepat, akan memberi rasa aman dan nyaman bagi pengunjung, serta membuat hak dan kebahagiaan mereka dapat terlindungi,”sebut Olin.

Pemandu juga,lanjut Olin, harus mampu menorehkan kenangan baik bagi pengunjung.

“Sehingga dengan demikian ladang rejeki akan terbuka luas bagi pelaku wisata di setiap objek wisata,”sebut Olin saat mendampingi para peserta di Museum Batak TB Silalahi Center.

Usai pelatihan kunjungan lapangan di Museum TB Silalahi Center, seluruh peserta melanjutkan kunjungan lapangan ke situs wisata lainnya yakni ke Makam Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, Makam Misionaris IL Nommensen,dan situs Mual Sirambe Desa Bonandolok ,Balige.

Pelatihan kunjungan lapangan, turut didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Patar Silalahi dan sejumlah staf.