Pelatihan Barista Andalkan Kopi Arabika Toba

Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (PMPTSPTK) setempat melaksanakan program pelatihan kerja dan produktifitas tenaga kerja kegiatan pelatihan Barista tahun 2022 di Cafe Hotdaina, Desa Tambunan Lumban Gaol, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara,Selasa (15/11/2022).

Pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan kopi yang diikuti 20 peserta ini dibuka Bupati Toba dalam hal ini diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jonni D.P Lubis.

Kepala Dinas PMPTSPTK Toba, Reguel Hasadaan mengatakan pelatihan ini dilakukan mengingat Kabupaten Toba sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Sumatera Utara sekaligus sebagai destinasi pariwisata super prioritas Danau Toba .

Diharapkan nantinya peserta pelatihan ini dapat berwirausaha sendiri sehingga dapat menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran di Kabupaten Toba dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Ini merupakan salah satu visi misi pak Bupati dalam rangka menyambut F1H2O yaitu memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan kesempatan ini agar meningkatkan ekonomi. Ini juga untuk mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa sebenarnya mereka bisa untuk bekerja,” sebutnya di lokasi kegiatan.

Senada disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jonni D.P Lubis.Ia berharap agar komunikasi dengan seluruh peserta dapat senantiasa terjalin.

“Kita harus mempersiapkan masyarakat kita karena Danau Tobaoba ini sudah jadi perhatian dunia dan nasional jadi jangan nanti kita tertinggal dengan orang-orang yang dari luar yang sudah memiliki kemampuan lebih dari kita. Jadi pelatihan ini menambah pengetahuan bagi masyarakat,” katanya.

Kegiatan pelatihan mendatangkan Ludiantoni Manik sebagai instruktur dari Asosiasi Indikasi Geografis Indonesia Sumatera Utara.

“Kita akan melatih pemuda-pemuda milenial warga Toba ini barista basic sampai dia menjadi barista kompeten. Jadi memahami kopi itu terintegrasi dari hulu sampai hilir sampai dia menyeduh. Begitu dia nanti menjadi seorang barista kompeten, dia akan memahami karakter, aroma dan cita rasa dari kopi Toba itu sendiri,” kata Ludiantoni Manik.

Pelatihan kali ini akan memakai kopi Arabika Toba sebagai bahan baku agar dapat dapat diracik dan diseduh dengan baik dan benar.

“Kita tidak hanya cerita pure kopi tapi juga akan mengajarkan cara ngemix kopi itu dengan berbagai minuman kekinian sehingga kita mengharap masyarakat dari luar dan masyarakat Toba itu sendiri mencintai kopi dan minuman kekinian yang disajikan okeh barista-barista dari Toba itu sendiri,” katanya menjelaskan.

Sertifikat yang diperoleh para peserta setelah selesai pelatihan dan bantuan alat pendukung diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat selama pelatihan untuk membuka usaha yang dapat menyerap tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran di Kabupaten Toba.

20 orang peserta warga Kabupaten Toba masing-masing dari Kecamatan Balige 10 orang, Laguboti (1), Sigumpar (2), Narumonda (2), Porsea (1), Lumban Julu (4) akan mengikuti pelatihan selama 180 jam pelajaran sejak tanggal 15 November – 19 Desember 2022. (MC Toba)

website - sekabet -

Sağlık Makaleleri