PCR Test Sudah Ada di RSUD Porsea , Kabupaten Toba

MC – Toba, – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea, Kabupaten Toba kini telah memiliki PCR Test yang memudahkan Satgas Covid-19 Toba memeriksa sampel swab dalam penanggulangan Covid-19 di Toba.

Sejak bulan Agustus 2021, alat PCR Test tersebut sudah beroperasi. Hal ini tentu memudahkan pihak Satgas Covid-19 Toba dalam penanggulangan Covid-19. Selama ini, Kabupaten Toba masih tergantung pada Rumah Sakit Tarutung dalam pemeriksaan sampel untuk PCR Test.

“PCR kita sejak bulan Agustus itu sudah beroperasi, jadi sudah bisa kita lakukan untuk pemeriksaan suspek, dan di PCR itulah nanti menentukannya apakah positif atau negatif,” sebut Direktur RSUD Porsea dr.Tommy Siahaan saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2021).

Menurut dr.Tommy ,setelah beroperasi pada bulan ini, pihak RSUD Porsea sudah memeriksa 37 sampel untuk PCR Test.

“Pada bulan yang tengah berjalan ini sudah kita lakukan pemeriksaan sampel sebanyak 37 sampel.Kalau untuk PCR ini, kami kan menggunakan PCR Genexpert, Peruntukannya itu sama dengan alat-alat PCR lainnya, mereknya aja yang berbeda,” sebutnya.

Untuk PCR Test Genexpert tersebut hanya mampu memeriksa 16 sampel per hari, dengan estimasi waktu pemeriksaan 2 jam. Sehingga, jika sampel yang datang lebih dari 16 sampel, maka akan dilanjutkan esok harinya.

Jadi alat kita itu bisa memeriksa sampel sebanyak 16 sampel satu hari. Kalaupun lebih dari 16 sampel yang datang, kita lanjutkan pemeriksaan esok harinya.

Prosesnya itu, kurang lebih 2 jam, maka hanya 16 sampel yang bisa kita periksa dalam satu hari. Dalam pemeriksaan sampel itu, kita mengikuti banyak langkah-langkah.

Hingga saat ini, penanganan Covid-19 di RSUD Porsea ditanggungjawabi oleh dokter paru yang senantiasa berkoordinasi dengan dokter lainnya manakala pasien Covid-19 memiliki penyakit bawaan (komorbid). Kolaborasi dalam penanggulangan Covid-19 tersebut mereka sebut “rawatan bersama”.

Kalau penanganan teknisnya di sini dilakukan oleh dokter penanggungjawabnya yakni dokter paru. Kalau ada rawatan bersama, misalnya kalau ada dia komorbidnya diabetes, nanti dokter penyakit dalamnya datang, gitu.

“Misalnya, kalau dia ada penyakit jantung, maka dokter jantungnya akan datang. Rawatan bersama itu artinya kolaborasi,” lanjutnya.

Sehingga, pihak RSUD Porsea senantiasa menyediakan sejumlah obat agar penanggulangan pasien Covid-19 yang memiliki komorbid dapat berjalan.

Maka obat-obat untuk Covid-19 tidak hanya dikhususkan hanya untuk obat virus saja, namun untuk obat-obat penyertanya atau obat untuk penyakit komorbid.

Obat kita, rumah sakit mengalokasikan anggaran itu untuk rumah sakit aja bukan untuk puskesmas-puskesmas. Kalau untuk obat di puskesmas itu datangnya dari dinas kesehatan.

“Dengan ketersediaan obat ini, maka kita yakin dalam penanggulangan Covid-19,” sambungnya.

Dari amatannya, jumlah yang terkonfimasi positif yang kemudian harus mendapatkan perawatan di RSUD Porsea terus meningkat. Maka, ia berharap masyarakat senantiasa menjalankan protokol kesehatan.

Dari pengamatan kita di rumah sakir, paparan Covid-19 itu meningkat pada bulan Agustus ini. Terjadi peningkatan, enggak ada penurunan. Sehingga kita berharap agar masyarakat tetap mematuhi prokes.

“Secara khusus, kita sudah mendapatkan surat edaran dari Bupati Toba yang melarang berlangsungnya pesta. Kita berharap agar kita semua mematuhi apa yang disampaikan Bupati Toba dalam penanggulangan Covid-19 tersebut,” kata dr.Tommy.