Kemendes PDTT Gelar Pelatihan Desa Wisata di Toba

MC – Toba, – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI melalui Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmugrasi, Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Pekanbaru, menggelar pelatihan desa wisata di Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara.

Hal ini dilaksanakan guna mendukung pengembangan pariwisata di daerah sekitar Danau Toba. Endang, salah seorang panitia mengatakan pelatihannya diikuti 25 orang peserta berasal dari 12 desa, 5 kecamatan di Kabupaten Toba.

“Pelatihan ini akan kami laksanakan selama 3 hari. Hari ini mulai hingga 30 September 2021 nanti,” katanya di lokasi pelatihan di kantor Kepala Desa Lumban Gaol, Balige, Selasa (28/9/2021).

Adapun tujuan pelatihannya, kata Endang, adalah untuk membekali peserta bagaimana mengembangkan desa yang memiliki banyak potensi menjadi desa wisata sebagaimana di kabupaten lain di Indonesia.

“Artinya kami mau menyatukan persepsi mereka dalam mengembangkan desanya menjadi desa wisata, desa yang tertata bagus, bersih, indah dan masyarakatnya ramah terhadap setiap pengunjung,” katanya.

Hal ini kata Endang, mengingat Kabupaten Toba, memiliki banyak potensi dan daya tarik yang dapat mengundang perhatian pelancong untuk berwisata ke daerah Toba.

Karenanya Endang mengatakan, promosi tentang potensi yang dimiliki daerah Toba, perlu ditingkatkan lewat media sosial dan media lainnya.

“Tapi tentu masyarakat harus ramah dan lingkungan desa wisatanya bersih dan indah, apalagi berdasarkan pengamatan kami di daerah ini sudah ada home stay,” ujarnya.

Endang mengakui dalam melaksanakan pelatihannya, mereka punya tim terdiri dari beberaap orang, antara lain Herman, Ariston Simanjuntak dan Fitriah sebagai pemandu dari Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Pekanbaru.

Sementara Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba dikatakan bertindak sebagai fasilitasi.