Hari Ibu Tingkat Kabupaten Toba Diperingati Secara Sederhana

Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan makna Hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa.

Hal ini disebutkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Toba, Ny. Rita Marlina Poltak Sitorus saat membacakan sejarah singkat Hari Ibu pada Acara Peringatan Hari Ibu Tingkat Kabupaten Toba yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Toba,Kamis (23/12/2021).

Disebutkan Hari Ibu oleh bangsa Indonesia diperingati tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu, tetapi juga jasa perempuan secara menyeluruh, baik sebagai ibu, istri, warga negara, abdi Tuhan Yang Maha Esa, dan pejuang kemerdekaan.

Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember tersebut kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia. Pada 1938 Kongres Perempuan Indonesia III menyatakan bahwa tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu.

Hari Ibu dikukuhkan oleh pemerintah dengan Keputusan Presiden Nomor 316 tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur tertanggal 16 Desember 1959.

Perempuan Berdaya, Indonesia Maju adalah tema nasional Peringatan Hari Ibu tahun 2021.

Hari Ibu merupakan salah satu hari nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Hari yang menandai tonggak sejarah kiprah perempuan dalam ikut serta memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Perempuan yang disebut ibu, merupakan guru pertama dan garda utama sebuah keluarga, bagian kecil namun penting dalam menentukan keberhasilan sebuah bangsa.

Pada bagian akhir pembacaan sejarah Hari Ibu,Ny. Rita Marlina Poltak Sitorus mengatakan Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember merupakan bentuk pengakuan serta penghargaan atas perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Audi Murphy O. Sitorus yang mewakili Bupati Toba
membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan Peringatan Hari Ibu di Indonesia bukanlah Mother’s Day, melainkan momentum untuk mendorong perempuan Indonesia menjadi perempuan yang berdaya dan setara kedudukannya.

“Bukan sekedar sebagai pendukung, kaum perempuan terlibat aktif, baik di belakang, di tengah, bahkan di garda terdepan untuk terus berjuang sampai hari ini. Tenaga, pikiran, darah, bahkan hingga nyawa telah disumbangkan. Tidak ada kata lelah, para perempuan hebat ini terus berkorban bukan saja bagi dirinya sendiri, melainkan demi kepentingan keluarga, lingkungan, masyarakat, bahkan bangsa dan Negara,” katanya.

Turut hadir jajaran Forkopimda, Kepala OPD, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Toba, Dharma Wanita dan beberapa tamu undangan lainnya.

website - sekabet -

Sağlık Makaleleri