Gerakan Tanam Jagung, Bupati Toba Sebut Lahan Siap Tanam Seluas 450 Hektar

MC – Toba – Hingga saat ini, lahan di Kabupaten Toba yang siap untuk penanaman jagung seluas 450 Hektar. Penamaan jagung tersebut merupakan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Toba dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Sampai sekarang sudah ada 450 Hektar yang sudah siap tanam dan bibit sudah kita bagikan,” ujar Bupati Toba Poltak Sitorus saat dikonfirmasi pada Selasa (27/7/2021).

Ia kembali menegaskan bahwa pemberian bibit jagung berkualitas tersebut hanya kepada masyarakat yang telah menyediakan lahan siap tanam.

“Jadi prinsipnya bibit ini kita kasih kepada orang yang punya lahan yang siap. Tujuan kita supaya jangan sampai tidak tepat sasaran, diterima bibit tapi dijual atau untuk lainnya,” sambungnya.

Sejak penanaman perdana pada Jumat (16/7/2021) di Desa Narumonda VI, Kecamatan Siantar Narumonda, Toba, ia berharap cuaca cocok untuk rencana penanaman bibit jagung tersebut.

“Bibit harus ditanam supaya menghasilkan, kita berdoa supaya cuaca mendukung dan semua berjalan dengan baik dan lancar, sampai ke tangan yang dituju,” sambungnya.

Ia juga menyinggung soal persediaan pupuk yang akan digunakan dalam proses perawatan jagung hingga panen.

“Dan kita juga akan meninjau ketersediaan pupuk di daerah kita dan menurut data yang kita peroleh ada 5000 Ton kuota disini dan kita hanya butuh 1000 Ton untuk tanam jagung ini,” sambungnya.

Ia juga memastikan bahwa jagung yang sudah mereka persiapkan adalah bibit berkualitas.

“Kualitas bibit ini bersertifikat dan tidak perlu diragukan. Bibit yang sudah dibagikan di kecamatan Siantar Narumonda, Sigumpar, Porsea, Silaen dan Parmaksian. Lagi proses penanaman tapi sudah siap tanam,” tuturnya.

Sebelumnya, ia telah menguraikan bahwa Pemkab Toba memperkirakan lahan persawahan yang akan ditanami jagung sebanyak 3.300 Hektar.

“Hal ini kita lakukan supaya tepat sasaran. Kita juga pastikan ketersediaan pupuk bersubsidi, tepat waktu dan tepat jumlah,” ungkapnya.

“Memastikan pendampingan penyuluh pertanian dalam tata kelola dalam penanaman jagung yang benar di lahan sawah,” terangnya.

Untuk menyukseskan program tersebut, ia juga menegaskan agar para penyuluh pertanian yang ada di desa dan kecamatan berkontribusi dan aktif dalam perawatan jagung.

“Memastikan tanggap cepat pada organisme pengganggu tanaman, hama dan penyakit tanaman. Apabila ada laporan dari petani, pastikan petugas tiba di lapangan dalam tiga jam mendiskusikan pengendalian,” sambungnya.

Program yang bertujuan memulihkan ekonomi nasional di bidang pertanian ini ternyata berkaca pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Toba di tahun 2020 yang menurun pada level minus 0,27.

“Pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2020 adalah minus 0,27. Kita harapkan bisa tumbuh di tahun ini saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan bahkan dunia ini,” sambungnya.

“Dari sektor pertanian, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Toba mencapai 0,41 persen pada tahun 2020. Dan diharapkan dapat ditingkatkan dan saya berharap ini menjadi cita-cita kita,” pungkasnya.