FGD Penyusunan Publikasi Kabupaten Toba dalam Angka 2022

Peran data dalam siklus pembangunan sangatlah penting, dimulai dari sebagai dasar penyusunan kebijakan rencana pembangunan, sebagai panduan dalam pelaksanaan pembangunan, agar sejalan dengan indikator-indikator yang ditetapkan.

Data juga berperan sebagai evaluasi hasil pencapaian pembangunan, serta sebagai acuan dalam menentukan batasan-batasan pembangunan (pengendalian pembangunan).

Hal ini disampaikan Bupati Toba Poltak Sitorus, yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sahat Manullang, saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan publikasi “Kabupaten Toba dalam Angka 2022”, di Hotel G.M Marsaringar, Balige, Kamis (3/2/2022).

Lebih lanjut, baru-baru ini pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (SDI). SDI merupakan kebijakan tata kelola data pemerintah, untuk menghasilkan data yang terpadu, dan dapat dibagi-pakaikan antara instansi, guna pengambilan keputusan.

Asisten Sahat Manullang berharap, agar peserta dalam kegiatan ini dapat berpartisipasi aktif, dan mendukung sepenuhnya penyusunan publikasi Toba dalam Angka Tahun 2022, serta tetap mengikuti protokol kesehatan selama acara berlangsung.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Toba, Whenlis Purba menyebutkan, bahwa data yang diserahkan oleh setiap instansi, harus relevan, akurat, tepat waktu, mudah diakses, mudah ditafsir, dan konsisten.

Dengan demikian, data yang dihasilkan akan selaras, dan tidak ada lagi perbedaan data di tingkat Kabupaten, Provinsi, dan tingkat Nasional.

website - sekabet -

Sağlık Makaleleri