Dinas Pendidikan Toba Uraikan Strategi Mengajar Akan Digelar Saat PTM Terbatas

MC – Toba, – Dalam penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Toba sejak Senin (20/9/2021), pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Toba sudah menyusun strategi pembelajaran.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu menjelaskan bahwa pihaknya akan mengijinkan 50 persen dari jumlah pelajar mengikuti pembelajaran tersebut.

Para pelajar yang bakal mengikuti PTM terbatas tersebut sudah terlebih dahulu mendapatkan izin dari orang tua dan komitmen setiap kepala sekolah memberlakukan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

“Soal bagaimana strategi pembelajaran, kita lakukan secara serentak. Artinya, 50 persen pelajar itu sedang mengikuti PTM terbatas, yang 50 persen lagi akan mengikuti live saat pembelajaran berlangsung. Maka, tidak ada Pembelajaran Jarak jauh (PJJ). Dan, nanti akan tetap kita pantau,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu saat disambangi pada Kamis (16/9/2021).

Dari pantauannya, orang tua merasa gembira setelah mengetahui bahwa PTM terbatas akan segera diselenggarakan di Kabupaten Toba. Para pendidik di masing-masing sekolah juga merasakan hal sama.

“Setelah mereka tahu ini akan dimulai, maka tanggapan orang tua itu luar biasa. Sejak kita sosialisasikan SKB 4 Menteri itu, mereka itu langsung semangat mempersiapkan. Saat kita bilang mengisi daftar periksa, mereka langsung kerjakan selama seminggu, dan beres,” sambungnya.

Bahkan, sejak bulan Juli, pihak sekolah telah membuat persiapan fasilitas prokes.

“Sebenarnya sejak bulan Juli 2021, mereka sudah siap karena memang ada rencana kita akan buatkan PTM terbatas sejak bulan itu, pada tahun ajaran baru. Jadi, mereka sudah berlomba-lomba membenahinya sebab sudah setahun lebih, mereka tidak bertemu dengan siswanya,” terangnya.

Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa kantin dan penyedia makanan di sekolah tidak diijinkan selama masa transisi, PTM terbatas di masa pandemi Covid-19.

“Untuk kantin, kita tidak berikan ijin. Semua anak harus membawa makanan atau bontotnya dari rumah. Hal ini juga kita lakukan agar prokes tetap terjamin. Kita enggak mau para pelajar nanti berkerumun di sekolah,” terangnya.

“Kita tegaskan juga bahwa orang tua harus mengantar anaknya ke sekolah agar pemberlakuan prokes terjamin. Sehingga dari rapat kemarin, Satpol PP dan dinas perhubugan juga ikut serta berpartisipasi dalam penegakan prokes tersebut,” sambungnya mengakhiri keterangan.