Covid-19 Terus Menaik di Toba, Total Terkonfirmasi Positif 1923 Kasus

MC – Toba, – Dari update data per 8 Agustus 2021 yang disampaikan Satgas Covid-19 Kabupaten Toba, angka terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 13 kasus. Sehingga kumulatif angka terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai angka 1923 kasus.

“Angka terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 13 orang. Sehingga totalnya menjadi 1923 orang,” ujar Lalo Hartono Simanjuntak, pada Senin (9/8/2021).

Lanjutnya, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri maupun perawatan di rumah sakit adalah sebanyak 455 orang.

“Sementara yang terkonfirmasi positif Covid-19 aktif saat ini sebanyak 455 orang. Lalu, yang sembuh bertambah sebanyak 19 pasien, sehingga totalnya 1391 orang,” sebut Lalo Hartono.

Kadis Kominfo Toba ini juga menguraikan perihal kontak erat Covid-19 di Kabupaten Toba dan jumlah yang meninggal terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Minggu (8/8/2021).

“Yang kontak erat sebanyak 639 dan yang meninggal sudah mencapai angka 77 orang,” sebutya.

Sebelumnya, pihak Satgas sudah menguraikan bagaimana penanganan terhadap jenazah yang dinyatakan Covidd-19 di Kabupaten Toba.

Kepala Puskesmas Tandang Buhit dr Freddi Seventry Sibarani tegaskan perihal hasil rapid antigen yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk pemberlakuan pemulasaraan jenazah manakala dinyatakan positif Covid-19.

Hal ini berawal dari pemahaman sebagain masyarakat Toba yang dinilai simpang siur akan proses pemulasaraan dan pemakaman jenazah yang sudah dinyatakan positif Covid-19 melalui hasil test antigen.

Menurutnya, hasil rapid antigen telah menjadi diagnosis utama bila hasil PCR belum ada atau tengah menunggu.

Sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan bahwa rapid antigen bagi daerah yang memiliki fasilitas PCR, itu sudah menjadi alat diagnostik utama.

“Sehingga rapid antigen menyatakan positif, itu sudah menjadi pegangan kita untuk diagnosis untuk tindakan selanjutnya,” sebut ujar dr. Freddi Seventry Sibarani pada Kamis (5/8/2021) lalu.

Ia kembali mempertegas apa yang telah disampaikan oleh Bupati Toba Poltak Sitorua soal hasil test antigen.

Sehingga memang, sesuai aturan, apa yang disampaikan oleh Pak Bupati, hal itu sudah sesuai dengan peraturan pegangan kita di Indonesia bahkan WHO, sebagai Badan KeseDunia.

“Keterangan kita akses dan itu valid sehingga mari kita taati secara bersama-sama demi kesehatan bersama dan juga demi keselamatan keluarga kita juga,” katanya.