Buka Bimtek Pengawasan Perizinan Berusaha, Bupati Toba Minta Tingkatkan UMKM

Bupati Toba Poltak Sitorus menyampaikan bahwa pemerintah akan mendorong kemudahan proses perizinan dalam investasi dan usaha. Sebab izin usaha yang sulit akan melemahkan semangat masyarakat untuk berwirausaha padahal dampaknya akan mendorong bertambahya lapangan pekerjaan dan ikut membangun perekonomian daerah.

Hal ini dikatakan Bupati Poltak Sitorus arahannya pada Acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi Implementasi Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko Kepada Pelaku Usaha di Cafe Hollywood Jl. Tarutung No. 252 Desa Hinalang Bagasan, Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara,Rabu, (12/10/2022).

Menurut Bupati Poltak Sitorus, bahwa pengurusan ijin supaya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bangkit karena dunia saat ini lagi krisis dan cara cepat membangkitkan ekonomi adalah dengan membangkitkan UMKM.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang disebut dengan perijinan usaha berbasis resiko supaya pelaku usaha dapat menilai resiko usaha mulai dari menengah, menengah rendah, dan menengah tinggi.

“Semua dilakukan dengan satu klik melalui aplikasi dan tidak harus ketemu dengan pejabat terkait. Dari rumah bisa mengurus ijin usaha ini, tidak perlu lagi ke kantor menghadap,” katanya kepada peserta bimtek, para pelaku usaha yang diundang Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (PTMSP-TK) Kabupaten Toba.

Disisi lain dengan dipermudahnya pelaku usaha dalam mengurus perizinan berusaha ya, Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota dituntut untuk melakukan pengawasan sesuai dengan kewenangannya agar pelaku usaha menjalankan usahanya sesuai dengan dokumen perizinan yang diperoleh melalui Online Single Submission Risk Base Aproach (OSS-RBA) dan memastikan pelaku usaha menyampaikan laporan kegiatan penanaman modalnya secara berkala sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan ini, Bupati Poltak Sitorus juga sampaikan bahwa di Toba yang saat ini telah menjadi kawasan wisata super prioritas, UMKM kita masih sebanyak 2049 UMKM dan yang berjalan paling 600.

“Bapak ibu perlu ketahui ini agar menjadi dorongan bagi kita dan tidak menjadi penonton. Sebentar lagi kita menyelenggarakan ajang F1H20 yang bertaraf internasional pertama kali di Toba, maka kita jangan juga hanya jadi penonton,” katanya menjelaskan.

Dikatakannya lagi agar UMKM Toba harus bisa menyediakan apa yang bisa dibawa wisatawan dari Toba ini. Dan UMKM harus lebih kreatif, kita harus bisa pastikan wisatawan pulang dari sini bawa kopi karena kopi merupakan produk unggulan Toba.

“Kita butuh 100 ton kopi untuk even ini nantinya, apalagi yang bisa kita sediakan ? Jangan jadi penonton kita, saya tidak tertarik dengan evennya, namun saya lebih tertarik dengan efek dari even ini karena pasti luar biasa bagi kita,” ucap Bupati Poltak Sitorus

Demikian dengan beras unggul yang bisa dijual, tenun, dan bahkan produk lainnya agar dikemas dengan membawa nama Toba.

“Kaus, gantungan kunci, dan aksesoris lain dengan motif F1H20 Lake Toba, Ini kesempatan kita cari uang, maka mari bekerjasama. Yang tidak punya ijin mari urus ijin. Sekarang mudah, dengan keuntungan menggunakan e-catalog dalam pemasaran namun, yang terdaftar di e-catalog harus ada ijin usaha, kami dorong semua jenis produk UMKM masuk ke e-catalog,” kata Bupati Poltak Sitorus melanjutkan.

Untuk mendapatkan permodalan, Bupati Poltak Sitorus juga mengatakan tidak akan diproses apabila tidak ada ijin. Sekarang menjalankan usaha harus bisa berfikir profesional, pun mengurus ijin harus melampirkan kepesertaan BPJS kesehatan,” kata Bupati Poltak Sitorus mengakhiri.

Kegiatan Bimtek yang merupakan hari kedua , kali ini menyasar pelaku usaha yang telah memiliki ijin usaha dan wajib melaporkan LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal)

Dalam laporannya, Kadis PTMSP-TK Reguel Hasadaan menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk pengawasan penanam modal dan pengendalian penanaman modal daerah di kabupaten Toba. Melalui bimtek ini pula pelaku usaha dapat meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dalam penanaman modal di Kabupaten Toba, dan meningkatkan pemahaman pelaku usaha sesuai ketentuan penanaman modal di Kabupaten Toba.

Peran pemerintah selain memfasilitasi juga melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha secara elektronik melalui website oss.go.id sehingga capaian penanaman modal di Kabupaten Toba dapat direalisasikan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jonni DP Lubis, Kabag Tata Pemerintah Saut Sihombing, Kabag Prokopim Try Sutrisno P Samosir, Kabid PIKP Kominfo Rikardo Simamora, dan lainnya. (MC Toba)

website - sekabet -

Sağlık Makaleleri