Batak Naraja Diperkenalkan ke FKUB Pasaman Barat

Guna mempererat tali silaturahmi khususnya kerukunan antar umat beragama, Pemerintah dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat berkunjung ke Kabupaten Toba, pada hari Jumat (18/11/2022).

Pada pertemuan ini, FKUB Kabupaten Pasaman Barat berharap kedua belah pihak dapat berdiskusi, bertukar pendapat, dan saling memberikan masukan tentang bagaimana kerukunan umat beragama di wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya, Bupati Toba Poltak Sitorus merasa senang dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan pemerintah dan FKUB Pasaman Barat. Ia menyebutkan kehidupan umat beragama di Kabupaten Toba sangat rukun dan harmonis.

Misalnya kalau ada pesta, orang Muslim ditunggu untuk menyembelih kerbau.

Bupati Poltak Sitorus kemudian menjelaskan sekilas tentang profil Kabupaten Toba, yang mayoritas penduduknya adalah petani, produk unggulan berupa padi, jagung, kopi, dan tenun.

Juga menerangkan beberapa daerah-daerah wisata yang bisa dikunjungi, dan jumlah hotel di Kabupaten Toba.

Kemudian disebutkan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) BerAKHLAK yang merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

ASN Berakhlak kemudian diterjemahkan dalam kearifan lokal yaitu Batak Naraja.

Batak Naraja memiliki 4 pilar yaitu Namarugamo (gotong royong dan peduli satu dengan yang lain), Namaradat (santun dalam menyambut tamu), Namarparbinotoan (menerapkan ilmu pengetahuan misalnya di bidang pertanian) dan Namaruhum (melakukan musyawarah untuk menghasilkan keputusan yang akan menjadi hukum).

“Kenapa Batak Naraja, karena orang Batak itu memang anak raja dan boru raja. Cuma kita harus tanamkan, bahwa kita harus punya kepribadian seorang raja,” kata Bupati Poltak Sitorus.

“Jadi pulang dari sini nanti bapak/ibu sudah bisa menjelaskan, siapa itu orang Batak,” ujarnya lagi.

Bupati Poltak juga mengundang Pemerintah dan masyarakat Pasaman Barat untuk datang pada ajang internasional Formula-1 Balap Perahu Motor (F1H2O) yang akan diadakan di Balige pada tanggal 24-26 Februari 2023 mendatang.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Toba berpesan agar agama dapat menjadi sebuah inspirasi yang memberikan semangat bagi sesama, dan bukan sebagai aspirasi yang memaksakan orang lain untuk menjadi sama seperti kita.

Sehingga yang enak (layak) dibicarakan dalam diskusi adalah persamaan, yang bisa kita nikmati bersama. Karena perbedaan adalah keunggulan masing-masing

Sebelumnya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Pasaman Barat, Dedy Irawan Lubis menyebutkan, bahwa di Kabupaten Pasaman Barat, kerjasama antara masyarakat, pemuda, dan organisasi menjelang Natal dan Idul Fitri berjalan dengan baik. Dan meskipun ada permasalahan-permasalahan kecil, masih bisa diatasi secara bersama-sama.

“Di Sumatra Barat barangkali, Pasaman Baratlah yang paling heterogen, termasuk agama dan juga etnis. Kami juga hidup berdampingan di sana, dalam membangun Kabupaten Pasaman Barat,” ucap Dedy Irawan Lubis.

Selanjutnya pemberian ulos dari Pemerintah Kabupaten Toba kepada Pemerintah dan FKUB Pasaman Barat, pertukaran plakat dan oleh-oleh. (MC Toba)

website - sekabet -

Sağlık Makaleleri