Angin Kencang Landa Danau Toba, Penyeberangan Kapal Dihentikan

SAMOSIR, KOMPAS.com – Angin kencang beserta ombak tinggi melanda wilayah Danau Toba, Kabupaten Samosir sekitarnya, pada Selasa 30 Maret 2021. Dampak cuaca ekstrim tersebut mengakibat pelayaran kapal di Pelabuhan Tigaras Kabupaten Simalungun menuju pelabuhan Simanindo Kabupaten Samosir terpaksa dihentikan. Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Silangit, Suyitno, membenarkan peristiwa itu. Saat ini kata dia angin cukup signifikan dapat mencapai 25 sampai 31 knot. Baca juga: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Danau Toba, Tidak Berpotensi Tsunami Ia menjelaskan penyebabnya angin kencang adalah belokan angin. Menurutnya, kondisi musim pancaroba saat ini turut mempengaruhi angin kencang tersebut. Namun di musim penghujan April mendatang angin labil itu akan kembali normal. “Untuk diketahui masyarakat ini bukan Puting Beliung. Ini hanya angin kencang yang kita pantau satu dua hari ini. Dan kemungkinan akan terjadi dua atau hari kedepan,” jelas Suyitno dihubungi via telepon dari Kota Pematangsiantar, Rabu (31/3/2021). Puncak angin kencang terjadi pada Selasa sore kemarin. Angin dari pantai barat melanda wilayah Kabupaten Samosir sekitarnya. Baca juga: Cerita Wagub Sumut Mengunjungi Danau di Atas Danau Toba BMKG, kata Suyitno juga memberitahukan hal itu kepada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Samosir dan Pihak Bandara Silangit. “Kami warning supaya berhati hati. Baru tadi pagi kami sampaikan secara resmi. Kami imbau juga kepada masyarakat agar hati hati karena angin ini masih terjadi dua atau tiga hari lagi, ” imbuhnya. Kapal penyeberangan terhenti Dihubungi terpisah, Komandan Regu Pelabuhan Tigaras-Simanindo Kemenhub, Carter Panggabean, terpaksa memberhentikan operasi penyeberangan kapal sejak tadi pagi karena kondisi angin kencang dan ombak. Ia menjelaskan, rute penyeberangan Tigaras- Simanindo rentan terdampak cuaca ekstrim lantaran posisinya berdekatan dengan perairan Danau Toba, Tao Silalahi. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Sumut I dan KMP II serta 17 kapal tradisional (Kapal Kayu) tidak beroperasi karena cuaca ekstrim sampai kondisi cuaca kembali normal. “Hari ini KMI Sumut I KMP Sumut 2 dan kapal kayu tidak beroperasi. Kita mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan. Kami mengutamakan keselamatan,” kata Carter. Ia memohon maaf atas diberhentikannya penyeberangan kapal di pelabuhan tersebut. Untuk saat ini, kata dia, penyeberangan menuju Samosir dialihkan ke pelabuhan Ajibata Kabupaten Toba. “Angin ekstrem itu biasanya dari wilayah Tigaras Simanindo. Dari jalur itu angin kencang datang dari Tao Silalahi. Kalau dari jalur penyeberangan Ajibata Simanindo masih memungkinkan,” ungkapnya Peristiwa angin kencang juga mengakibatkan pemadaman listrik di wilayah Kabupaten Samosir. Unit Layanan Pelanggan PLN Pangururan, Kabupaten Samosir melaporkan adanya gangguan listrik di sejumlah wilayah. Penyebab trafo dan kabel rusak akibat tertimpa pohon. Beberapa foto memperhatikan kerusakan atap rumah warga di wilayah Pangururan, Kabupaten Samosir juga diunggah pengguna media sosial Facebook.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*