Anggota DPR RI Sihar Sitorus dan Bupati Toba Kunjungi Desa Sinta Damai yang Bersiap Tanam dan Panen Dua Kali

Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat,apa persoalan laporkan segera, baik masalah pertanian, bencana dan hal lainnya. Hal pertanian di Kabupaten Toba,gerakan tanam dua kali-panen dua kali disepakati akan dilakukan untuk ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Solusi atas langkanya pupuk bersubsidi maka petani akan didorong dan dilatih cara membuat pupuk organik.

Demikian benang merah kunjungan DPR RI Sihar Sitorus bersama Bupati Toba Poltak Sitorus didampingi Wakil Ketua DPRD Toba Mangatas Silaen, anggota DPRD Toba Fauzi Sirait bersama OPD terkait di Desa Sinta Dame, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara, Sabtu (3/8/2022).

Menurut Sihar Sitorus, tanam dua kali panen dua kali ini juga didukung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dengan kunjunganya ke Balige, kemarin.

Ia pun memberikan motivasi kepada petani untuk melakukan hal tersebut semata bertujuan peningkatan pendapatan masyarakat.

Untuk permodalan, petani saat ini bisa meminjam uang dari kreditur Bank.

Anggota DPR di Komisi XI yang disebutnya Komisi ekonomi salah satunya tugasnya berkaitan Kredit Usaha Rakyat (KUR), suku bunga.

Prinsipnya usaha tani dikerjakan dengan baik, administrasi harus rapi.

Kalau sudah lengkap, ia bisa mendorong supaya segera disetujui oleh pihak Bank.

Soal meningkatkan ketahanan pangan di tengah krisis pangan dunia saat ini, dalan kondisi seperti ini harus ada kesatuan hati (masyarakat petani) agar bertanam secara serentak dan jangan asa keraguan.

Selanjutnya nanti bahan pupuk organik dari jerami atau sisa pokok jagung bisa diketahui berapa kapasitasnya. Inilah yang disebunyatanya mencari kesempatan terbak dalam kondisi sulit.

Sebelumnya Bupati Poltak, menyebutkan pada tanggal 19 September 2022 mendatang, untuk lahan sawah di desa ini secara serentak gerakan tanam dua kali panen dua kali akan dilakukan dengan ditandai penyemaian benih padi unggul.

“Sehari sebelum disemaikan, benih tersebut akan dibawa ke gereja untuk didoakan,” sebut Bupati Poltak di hadapan para kepala desa, dan warga umumnya petani.

Ia juga menegaskan cara tanam dan panen dua kali ini disesuaikan dengan kondisi lahan. Selain bertanam padi dilanjut padi, bisa padi-jagung, padi-memelihara ikan dan padi-tanaman palawija.

Namun diinformasikan juga bahwa ketersediaan bibit jagung P-32 saat ini sangat terbatas.

“Senin depan saya akan hubungi pihak pabriknya,” katanya sembari menambahkan rencana pengadaan bibit jagung diperkirakan mencapai 50 Ton untuk masyarakat petani di Toba.

Untuk jenis bibit padi, Dinas Pertanian akan menyediakan bibit seperti Ciherang, Mitongga yang sudah berhasil panen di daerah lainnya seperti Balige, sebanyak 6,5 Ton per Ha.

Ditambahkan Bupati Poltak, masyarakat harus berdoa dan bekerja keras, menggalakkan budaya gotong royong untuk pembersihan saluran irigasi dan berburu hama tikus dan lainnya.

Dukungan terhadap gerakan pertanian ini juga datang dari Wakil Ketua DPRD Toba, Mangatas Silaen didampingi anggota DPRD Toba Fauzi Sirait.

Sihar Sitorus, Poltak Sitorus dan Mangatas Silaen yang memiliki kesamaan yaitu sama-sama memiliki kampung halaman di Kecamatan Silaen ini berkeinginan agar warga dan petani di daerah ini segera meningkat kesejahteraannya.

Dalam sesi tanya jawab yang dipandu Camat Silaen Moses Simanjuntak, Tetti Siagian dari Kelompok Tani Dos Roha dari Desa Hutanamora, Silaen menyatakan pada tahun 2021 mereka berhasil bertani jagung.

“Terima kasih pak Bupati, benar-benar tarhilala (lumayan),” katanya.

Turut hadir Sekdakab Toba Augus Sitorus, Asisten Administrasi Umum Verry S.Napitupulu, Kadis Pertanian T.H Sitorus, Kadis Dinas Kesehatan dr.Freddi S.Sibarani, Plt.Kominfo Sesmon Butarbutar, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Try Sutrisno P.Samosir. (MC Toba)

website - sekabet -

Sağlık Makaleleri