PKK Kabupaten Toba Ajak Kaum Ibu Ikut Iva Test di Puskesmas Ajibata.

Sebelum sosialisasi Iva Test, Inspeksi Visual Asam Asetat ( IVA ) atau pemeriksaan deteksi dini kanker serviks di Puskesmas Ajibata, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kabupaten Toba dari Kelompok Kerja (Pokja) IV bersama PKK Kecamatan Ajibata dan masyarakat bergotong-royong membersihkan jalan menuju Kantor Desa Pardomuan Ajibata, Kecamatan Ajibata, Kamis (12/5/2022).

“Kami minta kegiatan gotong-royong ini, jangan hanya sekedar (dilakukan) ketika kami datang ke tempat ini saja ya bu, tetapi harus dilakukan rutin, karena kenapa, karena daerah kita ini adalah daerah pariwisata. Wisatawan itu berkunjung, mereka bukan melihat dari mahal atau murahnya (harga barang dan jasa), tetapi yang pertama mereka lihat adalah kebersihan daerah disini,” sebut Ketua TP. PKK Kabupaten Toba, Ny. Rita Marlina Poltak Sitorus dalam arahannya.

Kemudian Ketua TP. PKK Kabupaten Toba bersama rombongan bertolak ke Puskesmas Ajibata meninjau pelaksanaan Iva Test di sana.

Pada Kesempatan ini, Ketua PKK Kabupaten Toba mengajak kaum ibu untuk tidak takut melakukan pemeriksaan Iva Test, guna deteksi dini penyakit yang bisa menyebabkan kanker. Ia berharap hasil pemeriksaan akan baik-baik saja, namun apabila ditemukan gejala, pihak medis akan langsung memberikan pengobatan.

“Kita dari PKK selalu menghayo-hayokan untuk ibu-ibu, mari ibu-ibu kita lakukan Iva Test ini, tidak usah takut, karena memang tidak sakit. Tetapi dengan cara seperti ini, justru kita bisa lebih menjaga diri kita dari penyakit-penyakit yang lainnya, bahkan kita bisa lebih menjaga kebersihan diri kita,” ujar Rita Marlina didampingi Kepala Puskesmas Ajibata, dr. Palmina Sihombing.

Sebab tujuan dilakukannya pemeriksaan Iva Test, bukan untuk saat sekarang, tetapi untuk masa depan. Apalagi pemerintah tidak memungut biaya (gratis) untuk pemeriksaan ini, dan hasilnya dapat langsung diketahui.

Menurut Rita Marlina, seorang ibu tidak boleh sakit, karena ibu adalah penopang bagi keluarga.

“Kalau ibu yang sakit, kemungkinan keluarga akan kacau, karna kita adalah penopang keluarga,” tambahnya lagi.

Salah seorang peserta Iva Test, Boru Sibarani mengaku tidak takut untuk diperiksa, dan rasanya juga tidak sakit saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

Kaum ibu juga diminta untuk menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah, supaya gizi yang dibutuhkan anak-anak bisa terpenuhi, agar tidak terjadi gagal tumbuh kembang (stunting), terutama di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.()

website - sekabet -

Sağlık Makaleleri