Diknas Toba Antisipasi Kemungkinan Putus Sekolah Akibat Kelamaan Daring

MC – Toba, – Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu memberikan keterangan saat ditanya soal kemungkinan munculnya anak putus sekolah gara-gara kelamaan belajar dalam jaringan (Daring).

Kabupaten Toba telah menyelenggarakan belajar daring sekitar 1 tahun lebih. Ketakutan akan munculnya anak putus sekolah sudah pernah disampaikan oleh Rikardo Hutajulu.

Setelah, dua minggu menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), ia tetap berkoordinasi dengan pihak sekolah akan keutuhan para pelajar yang masuk pada saat PTMT.

“Itu sebenarnya maka kita berkoordinasi dengan Kepala Sekolah. Di sisi lain, kita juga berupaya keras agar tatap muka ini segera dilakukan agar tidak terlalu jauh gap-nya antara yang kita harapkan dengan yang di lapangan,” sebut Rikardo Hutajulu, Selasa (5/10/2021).

Rikardo juga merasa tidak yakin seluruh siswa masih utuh bila daring terus berlanjut. “Ini, kalau kita pertahankan cuman daring, kita enggak yakin. Kalau Laguboti sudah melakukan tatap muka,” terangnya.

Dia berharap, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Toba.

“Mudah-mudahan, hasilnya selama ini yang sudah daring selama ini digabung dengan yang tatap muka dan Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), hasilnya bisa lebih signifikan, dan pemerintah pusat bisa mengambil kebijakan untuk itu,” katanya.

Ia kembali menguraikan bahwa hanya Kecamatan Balige yang belum diizinkan menyelenggarakan PTMT. “Yang belum PTM, hanya Balige. Karena Balige masih tinggi angka terkonfirmasi positif COVID-19. Mudah-mudahan, minggu depan sudah bisa tatap muka. Walau masih daring, tatap muka harus dilakukan untuk ANBK ini dan itu sudah kita persiapkan,” tutup dia.