skip to Main Content
PLT. BUPATI TOBA SAMOSIR CANANGKAN UPSUS SWASEMBADA PANGAN

PLT. BUPATI TOBA SAMOSIR CANANGKAN UPSUS SWASEMBADA PANGAN

Balige, MCTobasa – Sesuai dengan target Pemerintahan Presiden Joko Widodo, bahwa untuk mencapai kedaulatan pangan pemerintah menjalankan upaya khusus (Upsus) swasembada pangan.

Sasaran Upsus swasembada pangan adalah rehabilitasi jaringan irigasi tersier untuk areal pertanaman, optimasi lahan, pengadaan benih unggul yang tepat (jenis/varietas, jumlah, tempat, waktu, mutu, harga), bantuan pupuk, perluasan areal pertanaman dan peningkatan indeks pertanaman serta bantuan alsintan”

Saluran irigasi menjadi target utama pemerintah untuk mendukung tercapainya swasembada pangan. Dengan pembangunan atau perbaikan jaringan irigasi, diharapkan akan menunjang peningkatan produksi tanaman, yang membantu mendorong tercapainya swasembada pangan.

Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melalui Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Ir. Tua Pangaribuan menyambut program swasembada pangan ini dengan melaksanakan pencanangan pembangunan irigasi tersier di desa Sihail-hail, Balige Rabu (20/5).

Pencanangan ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan saluran irigasi di lahan Kelompok Tani Gambiri, oleh Plt. Bupati Tobasa Liberty Pasaribu, SH., M.Si disaksikan oleh Kepala Dinas Pertanian Propinsi Sumut M. Roem, Dandim 0210/TU Letkol Baginta Bangun, Kapolres Tobasa AKBP Budi Hariyanto, Kajari Balige Andre Abraham, Ketua Pengadilan Negeri Balige T. Marbun, Ketua DPRD Tobasa Boyke Pasaribu dan Sekdakab Tobasa Audi Murphy O. Sitorus.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Tobasa Ir. Tua Pangaribuan, untuk wilayah Tobasa pembagunan irigasi sejenis akan dilaksanakan di 75 lokasi yang tersebar di 13 kecamatan.

Pembangunan irigasi ini berpotensi meningkatkan Indeks Pertanaman dan produktifitas lahan minimal 0,5 Ton per hektar, kata Tua

Tua Pangaribuan enambahkan kegiatan ini berbentuk bantuan sosial, dimana anggaran langsung di transfer ke rekening Kelompok Tani, dan dikerjakan dan dipertanggungjawabkan oleh kelompok tani.

“Agar pelaksanaan tepat guna, tepat waktu dan tepat sasaran, maka pada pelaksanaan akan diadakan pendampingan oleh Tim Upsus yang terdiri dari petugas Dinas Pertanian dan Penyuluh Anggota TNI,” kata Tua.

Sementara Plt. Bupati Tobasa Liberty Pasaribu, SH., M.Si dalam sambutannya mengatakan pencanangan swasembada pangan ini merupakan moment penting bagi masyarakat dan petani untuk bangkit membangun kemandirian dalam mewujudkan kedaulatan negara melalui swasembada pangan.

“Tobasa memiliki potensi lahan, sumber daya air, iklim serta kemampuan petani yang memadai untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan,” sebut Liberty.

Untuk itu ia berharap seluruh kelompok tani penerima bantuan sosial agar memanfaatkan bantuan pemerintah dengan tepat jumlah, tepat guna, tepat waktu dan tepat sasaran. “Selain itu, hidupkan kembali semangat gotong-royong untuk merawat dan memelihara hasil pembangunan.

Sebelumnya Kadis Pertanian Propsu M. Roem mengatakan Kabupaten Tobasa merupakan salah satu lumbung beras di Propinsi Sumatera Utara, sehingga perhatian pemerintah cukup besar untuk Tobasa khususnya sektor Pertanian.

Ini dapat dilihat dengan banyaknya bantuan yang diterima oleh Kelompok Tani di Tobasa, dan khusus untuk masalah pupuk yang banyak dikeluhkan para petani.

M. Roem berharap pupuk yang diberikan nantinya agar digunakan dengan baik dan sesuai peruntukannya.

“Untuk itu perlu pengawasan dari instansi terkait baik Pemkab Tobasa, Kepolisian dan TNI agar pengurus Kelompok Tani betul-betul menjalankan amanah ini dengan baik dan jujur,” tegas Roem.

Lebihlanjut Dandim 0210/TU Baginta Bangun menyampaikan bahwa Menteri Pertanian RI dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) telah menjalin kerjasama untuk suksesnya swamsembada pangan, dimana seluruh Babinsa akan membantu petani agar program swasembada pangan ini dapat terwujud pada tahun 2017.

Dukungan dari jajaran TNI ini akan diwujudkan mulai dari persiapan pertanaman sampai pengawalan distribusi benih dan pupuk.

Kepada para Babinsa juga telah diberikan pelatihan singkat untuk memudahkan operasionalisasi mereka di lapangan, kata Baginta. (mctobasa/sesmontb/des)

Back To Top
×Close search
Search