skip to Main Content
PEMKAB TOBASA LAKUKAN SOSIALISASI ADVOKASI KIE TENTANG GERAKAN SAYANG IBU

PEMKAB TOBASA LAKUKAN SOSIALISASI ADVOKASI KIE TENTANG GERAKAN SAYANG IBU

Balige, MCTobasa – Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) melalui Badan Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Toba Samosir (BPPAKB) bekerjasama dengan Biro Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Setda. Provinsi Sumatera Utara melakukan Sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang Gerakan Sayang Ibu (GIS) bertempat di Kantor BPPAKB Balige, Kamis (16/4).

Plt. Bupati Toba Samosir Liberty Pasaribu, SH., M.Si secara resmi membuka acara ini dan sekaligus menyampaikan sambutannya.

Dalam sambutannya Liberty menyampaikan apresiasi kepada Biro PPAKB Setda Provinsi Sumatera Utara yang memilih Tobasa sebagai tempat pelaksanaan sosialisasi Advokasi KIE tentang Gerakan Sayang Ibu.

Menurut Plt. Bupati Tobasa Liberty Pasaribu bahwa “Gerakan Sayang Ibu sebenarnya merupakan filosofi hidup orang Batak.

Lebihlanjut disebutkan Liberty bahwa Daerah Tobasa tidak memiliki cukup Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat diandalkan mensejahteraan masyarakat, oleh karena itu kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan serta mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan handal.

Liberty mengharapkan kepada seluruh peserta sosialisasi agar secara serius untuk memanfaatkan kegiatan ini untuk dapat mengaplikasikan dengan baik di tengah keluarga dan masyarakat.

Sementara Kabiro PPAKB Setdaprovsu Iis Faizah Hanum, M.Kes yang juga sebagai narasumber pada kegiatan ini mengatakan bahwa Gerakan Sayang Ibu diharapkan akan mampu meningkatkan SDM Indonesia yang berkualitas melalui peningkatan kualitas hidup perempuan, menjamin keselamatan Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Ibu menyusui dan bayi, menjamin pemenuhan hak reproduksi perempuan.

Memberdayakan perempuan dan mengembangkan lingkungan sosial budaya yang kondusif bagi kesetaraan dan keadilan gender, menyukseskan wajib belajar 9 tahun utamanya bagi anak perempuan dan menghapus KDRT melalui sosialisasi UU No. 23 Tahun 2004, tegas Faizah.

Turut hadir dalam acara ini Kabag Keluarga Sejahtera Setdaprovsu Ir. Rohani Bakkara, Plt. Kepala BPPAKB Tobasa dr.J. Hutapea dan Kepala Dinkes Tobasa dr. Frida Sinaga. (mctobasa/sesmontb/js)

Back To Top
×Close search
Search