skip to Main Content
Pemkab Toba Samosir Canangkan Program Padat Karya

Pemkab Toba Samosir Canangkan Program Padat Karya

Balige, MCTobasa,- Upaya Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dalam pemerataan pembangunan khususnya di daerah terpencil terus dilakukan. Tahun ini, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, mencanangkan pembangunan jalan di dua desa terpencil melalui Program Padat Karya.

Dua daerah tersebut, yakni akses jalan dari Desa Sigapiton-Sibisa sepanjang 2,5 km, dan jalan Desa Panamean sepanjang 1,5 km yang berada di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir.

 “Sudah tiga kali kami turun langsung ke dua lokasi tersebut, dan memang disambut hangat wagra sekitar. Saat ini patok telah ditetapkan melalui rembuk edukasi beserta masyarakat sekitar,” kata Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Toba Samosir Eston Sitohang, S.Pd yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/10). 

Kemudian, untuk anggarannya telah kita ajukan di P.APBD Tahun Anggaran 2014 untuk pembangunan akses jalan di daerah itu, minimal dapat dilalui kendaraan roda 4.

Kadisnakertrans Eston mengatakan bahwa program ini merupakan kegiatan peningkatan pembangunan secara khususnya di desa terpencil dengan tujuan guna mendorong lajunya pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah tersebut.

“Pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah itu sangat lamban, karena akses transportasi untuk pengangkutan hasil bumi sangat terbatas dan susah dilalui, sehingga hasil produksi pertanian tidak bisa dengan leluasa langsung dipasarkan,” kata Eston. 

Minimnya akses transportasi ke daerah itu secara otomatis akan menambah beban biaya sehingga akan langsung mempengaruhi harga jual yang akhirnya berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat di daerah itu. Belum lagi berdampak dengan tingginya biaya hidup seperti harga komoditi di daerah itu. 

Eston mencontohkan hasil bumi daerah tersebut seperti saat menjual Kemiri, masyarakat berjalan kaki beberapa Km dengan medan jalan yang sempit, harus naik kapal sekitar 45 menit menuju Ajibata, tentunya akan menelan banyak biaya angkut.

Hal inilah yang perlu di tanggulangi. Bilamana program ini berhasil, maka transportasi pengangkutan hasil bumi akan sangat terbantu. Targetnya, akan terbuka akses jalan yang dapat dilalui kendaraan roda 4 dari Desa Sigapiton dan Desa Panamean menuju Sibisa. 

Dalam program tersebut masyarakat setempat juga kita berdayakan, khususnya jalan Desa Sigapiton akan melibatkan sebanyak 300 masyarakat dengan jangka waktu pengerjaan selama 30 hari, dengan UPK yang disediakan Rp50.000/hari.

Pengguna jalan tersebut sekitar 200 kk dengan beberapa kelompok pemukiman atau Dusun di daerah itu. “Harapan kita tahun ini tidak ada kendala,” harapnya.

Perhatian Pemkab Tobasa dalam hal mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat juga dilakukan dengan peningkatan sumber daya manusia melalui pembinaan. Seperti halnya program pelatihan bagi pencari kerja. 

“Yang kita lakukan selaku aparatur addalah pemberdayaan perempuan melalui pelatihan mejahit. Kita sediakan pelatih, fasilitas, pembinaan dan masih ada program lain yang ditangani oleh instansi lain di daerah ini (mctobasa/sesmontb/ft)

Back To Top
×Close search
Search