skip to Main Content
Kementerian Pariwisata Ajak Warga Toba Samosir Aksi Bersih

Kementerian Pariwisata Ajak Warga Toba Samosir Aksi Bersih

Balige, MCTobasa- Dalam rangka mendorong pertumbuhan kepariwisataan, Kementerian Pariwisata RI menggelar sosialisasi gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona kepada masyarakat. Kegiatan yang diinisiasi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata itu digelar di Pantai Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Kamis, (31/3).

Acara dirangkai dengan penyerahan secarra simbolis dukungan sapta pesona seperti alat-alat kebersihan dan CD sadar wisata oleh Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Dra. Oneng Setya Harini.

Kemudian kegiatan yang dihadiri langsung Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian, Sekda Drs Audi Murphy Sitorus, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ultri Sonlahir Simangunsong, ST,  dan tokoh masyarakat itu digelar aksi sapta pesona melalui aksi bersih, dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian tor-tor dari SD Balige. Kemudian Oneng Setya menyampaikan materi tentang lingkungan hidup dengan tema “Pengelolaan sampah yang mendukung terwujudnya destinasi pariwisata yang aman, bersih dan indah”.

Oneng menjelaskan, sosialisasi gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona merupakan gerakan massal di seluruh Indonesia khususnya di 10 Destinasi Wisata Nasional, dimana salah satunya adalah kawasan Desetinasi Wisata Danau Toba. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat dan dukungan khususnya kepada masyarakat dalam hal pengembangan wisata didaerah masing-masing.

“Danau Toba sekitarnya mendapat target atau proyeksi kunjungan wisata manca negera tahun 2019 sebanyak 1 juta kunjungan. Saya yakin itu tercapai, apalagi dengan Otorita Danau Toba nanti. Mencapai hal itu, masyarakat harus siap,” katanya.

Dipaparkannya, indikator daya saing yang berkontribusi dalam sektor pariwista, yang pertama adalah kebersihan dan kesehatan. Kemudian keamanan, selanjutnya lingkungan.

“Pedomannya sapta pesona. Kalau lingkungan tidak bersih dan sehat, bagaimana wisatawan bisa nyaman. Tentang kebersihan dan kesehatan ini banyak, salah satunya kuliner yang bersih dan sehat. Kalau kuliner yang disajikan tidak bersih dan sehat, wisatawan tidak akan datang lagi berkunjung.

Kemudian tentang keamanan. Segi keamanan ini juga bukan sebatas keamanan jasmani. Contohnya, kalau harga makanan, hotel, soufenir dan lainnya tidak terjangkau, tentu wisatawan tidak kerasan. Kemudian lingkungan,” terangnya.

Dalam hal lingkungan, lanjutnya, yang dimaksudkan adalah keramahtamahan, keterbukaan. Di sini paling ditekankan bagaimana kita mampu mengubah main set sebagai seorang tuan rumah yang baik. Menciptakan situasi kondusif bagi tamu, juga pengembangan aktivitas pariwisata. Terutama masyarakat bisa mendapat kontribusi. Bukan hanya sebagai penonton, tetapi menjadi subjek. Banyak usaha yang bisa kita lakukan,”jelasnya.

Ditekankannya, untuk mengembangkan sektor wisata harus sama-sama bergerak. Baik pemerintah, akademisi, pelaku industri, masyarakat, dan juga media. Menurutnya, pemerintah dalam hal ini hanya sebagai fasilitator. Sedangkan akademisi untuk pengembangan konsep-konsep kepariwisataaan.

“Kemudian, pelaku industri dan masyarakat juga harus bekerja. Media juga punya punya peran penting. Karena sedikit berita negatif, pariwisata kita hilang. Dan sebagus apapun pariwisata yang kita sajikan, kalau media tidak menyampaikan informasi itu, maka semua yang kita lakukan sia-sia. Jadi kelima aspek tadi harus sama-sama bergerak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian menegaskan bahwa Tobasa selayaknya bersyukur mengingat banyaknya perhatian pemerintah kedaerah itu. Baik untuk sektor pertanian, dan juga pariwisata.

”Kita pantas bersyukur karena Pusat Badan Otorita Danau Toba direncanakan di Tobasa tepatnya di Sibisa. Ketika sudah benar-benar terwujud, sehingga akan banyak kegiatan yang datang ke Tobasa. Menyongsong era pariwisata itu, kita harus benar-benar siap,” jelasnya.

Kita harus sadar, lanjutnya, kampung kita ini tidak kaya sumber daya alam. Pertanian yang selama ini kita andalkan sudah mulai menurun. Satu-satunya sektor yang dapat meningkatkan kehidupan masyarakat di daerah ini adalah sektor pariwisata. Dalam kesempatan ini, jangan kita sia-siakan. Mari kita berbenah dan berobah. Bukan hanya pemerintahnya saja, tetapi masyarakatnya juga,” ujarnya.

Dalam acara sosialisasi itu juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis alat-alat kebersihan kepada perwakilan masyarakat, selanjutnya di penghujung acara dilakukan acara bersih-bersih pantai oleh seluruh warga dan siswa/i yang hadir pada acara tersebut. (mctobasa/stb/ft)

Back To Top
×Close search
Search