skip to Main Content
Kebiasaan Bakar Jerami Menjadi Petaka Bagi Usaha Pertanian

Kebiasaan Bakar Jerami Menjadi Petaka Bagi Usaha Pertanian

Balige, MCTobasa – Membakar jerami padi usai panen ternyata dapat menyebabkan petaka pada lahan pertanian. Selain akan menghilangkan unsur organik tanah, pembakaran jerami juga ternyata mampu mempercepat perkebangan hama.

Hal itu dipesankan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara saat pertemuan dan dialog mantri tani dan petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Toba Samosir yang digelar di Desa Desa Lumban Binanga, Kecamatan Laguboti, Tobasa, Kamis (27/11).

Kepala Seksi Program Distan Provsu Lusiantini dan Delima Napitupulu dari BPTP Distan Provsu menegaskan kepada ratusan petani yang hadir bahwa pembakaran jerami sangat merugikan petani itu sendiri.

Dimana dengan membakar jerami membuat nutrisi tanah akan hilang, menyebabkan kerusakan pada  tanah areal persawahan karena lama kelamaan unsur hara yang terdapat pada tanah sawah akan selalu berkurang tanpa adanya pengembalian kembali.

“Kalau belakangan ini rasa beras kita kurang manis, penyebab utamanya adalah lahan pertanian kita yang sudah mulai habis bahan organiknya. Penyebab bahan organik tanah berangsur habis adalah pembakaran jerami. Kedepannya jangan lagi melakukan pembakaran jerami,” tutur Delima.

Kemudian, sisa pembakaran jerami juga menjadi lahan empuk untuk perkembang- biakan hama seperti hama kresek. “Pada sisa-sisa pembakaran, hama kresek mampu bertahan dan cepat berkembang,” tambahnya.

Diterangkan, kebiasaan membakar jerami juga berpengaruh dengan struktur lahan pertanian. Lahan persawahan yang susah kering atau kerap berlumpur juga diakibatkan minimnya kandungan organik didalamnya. Sebab, bahan organik berupa kompos sangat banyak menyerap cairan.

“Mengolah jerami sangat simpel. Cukup membenam jerami setelah dipanen, paling 1 bulan juga sudah membusuk. Tidak perlu dirajang, hanya ditebar saja,” bebernya.

Berbagai penjelasan tentang pertanian yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut mendapat respon dari sejumlah peserta dari anggota kelompok tani yang hadir.

Berbagai pertanyaan pun muncul. Mulai dari pemilihan benih, penyesuaian benih dengan iklim yang sedang terjadi, sistem perawatan tanaman, dan sistem pemupukan, mengatasi serangan hama, dan hal lainnya menyangkut pertanian.

Salah satunya tentang sebab akibat munculnya hama dan cara mengatasinya. Seperti hama kresek.

Menurut Delima, hal itu bias terus berkembang dengan penggunaan bibit secara turun-temurun. Dimana hal itu bias menyebabkan kekebalan hama. Sehingga sangat diperlukan pergantian varitas baru.

Kemudian, dalam memilih varitas padi, perlu disesuaikan dengan iklim yang terjadi saat itu juga. Sebab, berbagai varitas padi memiliki keunggulan tersendiri, sehingga dapat disesuaikan dengan iklim yang saat itu terjadi.

Sebelumnya perhatikan kalender tanam terpadu (Katam). Jangan asal tanam, dan perhatikan iklim saat itu. Kemudian sesuaikan varitas yang cocok untuk ditanam. Ada bibit yang tahan kekeringan, tahan hama, dan tahan air. Jangan sungkan berdiskusi dengan dinas pertanian atau PPL yang ada.

“Dan bila perlu, bisa langsung akses ke website www.katam.litbang.go.id atau via SMS ke 081235651111. Dari sana bapak ibu bisa mengetahui prediksi musim di setiap kecamatan di Indonesia,” katanya.

Kemudian jenis atau varietas apa yanag cocok di tanam masa itu. Kemudian disana juga dijelaskan tentang pupuk yang cocok digunakan.

Tentang pupuk, lanjutnya, pupuk rentan mempengaruhi hasil panen. Bukan saja karena kekurangan pupuk, namun bisa juga berpengaruh jika kelebihan pupuk. Untuk itu, tetap perhatikan kandungan pupuk, dan sesuaikan juga dengan unsur tanah.

Dalam kesempatan itu, Ia juga mengimbau agar petani melakukan tanam serentak. Dimana hal itu dapat meminimalisir serangan hama tikus, dan hama lainnya. Kemudian melakukan tanaman bergilir, jangan monoton dalam satu jenis tanaman. “Setelah padi, bisa di tanam jagung, bawang atau lainnya,” pintanya sambari berpesan agar di Tobasa ada penangkar benih.

Dalam acara itu digelar pemberian bantuan bibit kepada para petani berupa benih padi, cabe, timun, mangga dan lainnya.

Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak didampingi Kadis Pertanian Jony Hutajulu yang membuka resmi acara itu berpesan agar para petani benar-benar mengikuti kegiatan yang sedang berlangsung.

Kemudian pemberian bantuan bibit tanaman seperti padi, cabe, timun, mangga dan lainnya yang disalurkan hari itu juga diharapkan di pelihara dengan baik.(mctobasa/sesmontb/tonny)

Back To Top
×Close search
Search